Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina. (Foto: F-PKB)

Politik

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Meski Hantavirus Bukan Pandemi Baru

SENIN, 11 MEI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada menyikapi laporan mengenai merebaknya Hantavirus yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menekankan kunci utama menghadapi isu kesehatan ini adalah kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Kita harus menyikapi informasi ini secara bijak. Jangan panik berlebihan. Berdasarkan penegasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Fokus kita saat ini adalah memperkuat langkah pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Arzeti Bilbina di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.


Legislator PKB dari Jawa Timur ini meminta publik tidak terhanyut dalam kepanikan massal, mengingat hingga saat ini belum ada indikasi medis yang menunjukkan Hantavirus berpotensi menjadi pandemi global sebagaimana Covid-19. Menurutnya, kepanikan yang tidak terukur justru berisiko memicu keresahan dan penyebaran disinformasi. 

“Kami juga meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi tidak berdasar yang hanya akan memicu kepanikan publik,” ujarnya.

Arzeti mengingatkan bahwa Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus atau kotorannya. Oleh karena itu, ia mendesak masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjaga sanitasi hunian guna memastikan rumah tidak menjadi sarang berkembang biaknya hewan pengerat. 

“Kita bisa mencegah hantavirus ini dari tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabung secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan area penyimpanan makanan tertutup dan steril,” ujarnya.

Meskipun risiko pandemi dinilai rendah, Arzeti meminta pemerintah tidak pasif. Kementerian Kesehatan bisa untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi mengenai gejala serta langkah-langkah preventif Hantavirus agar masyarakat memiliki pemahaman yang akurat.

“Upaya ini harus menjadi sinergi bersama. Pemerintah wajib memberikan edukasi secara masif, sementara masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan mulai dari rumah masing-masing. Sinergi ini penting agar kita bisa meminimalisir segala risiko kesehatan sekecil apa pun,” pungkas Arzeti.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya