Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

SENIN, 11 MEI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas mengalami penurunan hingga di bawah 4.700 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin 11 Mei 2026. 

Penurunan ini menghapus sebagian keuntungan yang sempat diraih minggu lalu. Faktor utamanya adalah sikap keras Amerika Serikat terhadap Iran serta kekhawatiran bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Presiden Donald Trump menolak tawaran Iran terkait proposal perdamaian dan menyebutnya 'SANGAT TIDAK DITERIMA". 


Meskipun Iran bersedia memindahkan stok uraniumnya ke negara ketiga, mereka tetap menolak membongkar fasilitas nuklirnya. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran pasar.

Serangan yang kembali terjadi di Timur Tengah mengancam gencatan senjata yang sudah berjalan sejak April. Selain itu, Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak vital, asih efektif ditutup. Hal ini menyebabkan harga energi tetap mahal dan memicu inflasi global.

Tingginya inflasi (akibat harga energi) membuat bank sentral kemungkinan besar akan kembali menaikkan suku bunga. Secara teori, saat suku bunga naik, daya tarik emas (yang tidak menghasilkan bunga) biasanya menurun dibandingkan aset lain seperti obligasi.

Biasanya, perang dan ketidakpastian membuat orang membeli emas sebagai pelindung nilai (safe haven). Namun, jika ketegangan tersebut justru menyebabkan inflasi melonjak drastis, bank sentral akan bereaksi dengan menaikkan suku bunga. 

Dalam kondisi ini, investor seringkali lebih memilih memegang Dolar AS atau obligasi pemerintah yang memberikan imbal hasil tinggi, sehingga harga emas justru tertekan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya