Berita

Presiden RI Prabowo Subianto berdama Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr beserta Ibu Marie Louise Cacho Araneta Marcos di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat malam, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

SABTU, 09 MEI 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pendekatan dialog dan rekonsiliasi dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan saat menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu. 

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan dalam forum tersebut para pemimpin Asia Tenggara itu menyoroti krisis Myanmar hingga ketegangan perbatasan dengan Thailand.

Forum tersebut juga membahas perkembangan politik terbaru di Myanmar setelah pelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru. 


Indonesia, kata Sugiono, tetap mendorong proses politik yang inklusif dan mampu menciptakan stabilitas di negara tersebut.

“Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu mengadress masalah-masalah yang ada di sana, kemudian juga mampu membawa perdamaian, kemudian bisa menciptakan suatu situasi yang lebih baik,” ujar Menlu Sugiono pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Indonesia juga kembali menekankan pentingnya implementasi five point consensus ASEAN sebagai pijakan utama penyelesaian konflik di Myanmar. Sejumlah negara anggota ASEAN turut menyoroti langkah-langkah yang dianggap positif dari pemerintahan baru Myanmar.

“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan, kalau angka yang disebut oleh pihak Myanmar, sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,” ungkapnya.

Sugiono menyebut perkembangan tersebut dinilai sebagai bagian dari pemenuhan komitmen dalam five point consensus ASEAN. Karena itu, negara-negara anggota sepakat terus menjaga komunikasi dan keterlibatan dengan Myanmar untuk membantu perbaikan situasi di negara tersebut.

“Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, concernnya, dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya,” kata Menlu Sugiono.

Selain Myanmar, Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya penyelesaian persoalan perbatasan melalui jalur dialog dan negosiasi, termasuk terkait ketegangan antara Thailand dan Kamboja. 

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo mendorong negara-negara ASEAN untuk lebih mengedepankan kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan yang kemudian bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan rakyat negara masing-masing,” tutur Menlu Sugiono mengutip pernyataan Presiden Prabowo.

Pendekatan dialog, negosiasi, dan kerja sama tersebut, lanjut Sugiono, juga selama ini menjadi prinsip Indonesia dalam menyikapi berbagai persoalan kawasan.

“Seperti juga yang kita lakukan, kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait dengan permasalahan-permasalahan di perbatasan, dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya