Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOLAceh/Istimewa)

Bisnis

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

SABTU, 09 MEI 2026 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mengantisipasi spekulasi di masyarakat terkait struktur harga produksi dan harga jual, Ketua MPP PKS, Mulyanto, minta Pemerintah membuka skema penentuan harga BBM subsidi.  

“Pemerintah mestinya transparan dalam menentukan harga keekonomian BBM ini,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Anggota Komisi Energi DPR RI Periode 2019-2024 mendorong pemerintah untuk menjelaskan struktur biaya BBM secara transparan.


Hal itu sebagai respons terkait viral harga keekonomian Pertalite yang sebesar sebesar Rp16.088 per liter.  

"Audit oleh BPK menjadi penting untuk memastikan bahwa formula yang digunakan untuk menghitung keekonomian BBM bersubsidi benar-benar mencerminkan kondisi riil," imbuhnya. 

Mulyanto menambahkan, dinamika harga energi global yang fluktuatif, menuntut negara untuk hadir melindungi daya beli rakyat melalui kebijakan subsidi. Hitung-hitungan subsidi tersebut perlu transparan, rasional, dan akuntabel. 

"Di sinilah pentingnya kita meluruskan persepsi publik terkait struktur harga BBM, khususnya antara Pertalite dan Pertamax," tegas dia. 

Masih kata Mulyanto, secara teknis dan ekonomi, tidak terdapat dasar yang kuat untuk menyatakan bahwa BBM dengan kualitas lebih rendah memiliki biaya produksi lebih tinggi. 

Pertalite dengan RON 90, dalam logika industri perminyakan, seharusnya memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang membutuhkan proses pengolahan dan komponen blending yang lebih kompleks. 

“Oleh karena itu, ketika muncul angka harga keekonomian Pertalite yang jauh lebih tinggi dari harga jual Pertamax, maka yang patut dikaji bukan realitas industrinya, melainkan formulasi kebijakan yang digunakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi beredar video viral di masyarakat berisi struk pembelian BBM Pertalite dari SPBU dimana tertera harga keekonomian Pertalite sebesar Rp16.088 per liter. Harga ini lebih mahal dari harga pasar Pertamax yang sebesar Rp12.300 per liter.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya