Berita

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan mendampingi Menteri Koperasi, Ferry Juliantono melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi 7 Mei 2026 (Foto: Dokumen Syahganda)

Politik

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

JUMAT, 08 MEI 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keterlibatan ulama menjadi kunci penting dalam membangun kembali gerakan koperasi nasional, khususnya melalui penguatan koperasi pesantren atau kopontren.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, usai mendampingi Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam pertemuan dengan Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung, Bogor, Kamis 7 Mei 2026. 

Menurut Syahganda, pemerintah saat ini serius mengembangkan gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Salah satu fokus yang tengah didorong adalah penguatan koperasi pesantren yang dinilai memiliki basis sosial dan ekonomi cukup kuat di tengah masyarakat.


Saat dihubungi RMOL pada Jumat 8 Mei 2026, Syahganda menyebut peran ulama dalam gerakan koperasi sebenarnya sudah memiliki akar sejarah panjang di Indonesia. 

Syahganda mencontohkan tokoh Sarekat Islam, HOS Tjokroaminoto, yang sejak 1913 telah membangun usaha bersama dan koperasi jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Ulama sejak dulu punya peran besar dalam gerakan koperasi. Tahun 1913, HOS Tjokroaminoto sudah membangun koperasi dan usaha bersama. Itu yang perlu dijadikan referensi dan ditiru,” ujar Syahganda.

Karena itu, ia menilai sosok Habib Rizieq memiliki posisi strategis dalam mendorong kesadaran berkoperasi di kalangan umat. Dengan pengaruh yang besar di masyarakat, Syahganda berharap gerakan koperasi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

“Kesadaran berkoperasi penting karena koperasi bisa menjadi jalan menciptakan keberdayaan umat dan rakyat kecil, terutama di situasi ekonomi yang makin susah,” katanya.

Syahganda juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dalam skala besar. Menurut dia, program tersebut nantinya dapat disinergikan dengan koperasi pesantren maupun model koperasi lainnya.

“Ke depan bisa disinergikan antara koperasi desa, koperasi pesantren, dan bentuk koperasi lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan koperasi pesantren akan diprioritaskan pada pesantren yang telah memiliki potensi usaha dan sumber daya memadai, termasuk lahan produktif. Nantinya, koperasi bisa bergerak di berbagai sektor, mulai dari produksi, konsumsi, hingga peternakan.

Namun Syahganda mengingatkan, koperasi pesantren harus dibangun dengan ekosistem usaha yang utuh dari hulu hingga hilir agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Pemerintah, menurutnya, perlu hadir mendukung rantai produksi, termasuk penyediaan bahan baku.

“Kalau pesantren memproduksi mi sendiri misalnya, bahan bakunya juga harus didukung pemerintah. Jadi ekosistem ekonominya benar-benar terbentuk,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya