Berita

Ade Armando. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Kasus Ade Armando Berpotensi Jadi Bola Salju bagi PSI

KAMIS, 07 MEI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mundurnya Ade Armando dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disorot Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

Adi menilai sejumlah pernyataan Ade belakangan kerap memicu polemik di ruang publik dan dinilai berpotensi berdampak terhadap elektabilitas partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu.

“Ini pelajaran penting bahwa setiap pernyataan yang beririsan tebal dengan isu agama atau isu identitas, ini sesuatu yang ngeri-ngeri sedap, tentu sangat sensitif,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 7 Mei 2026.


Menurutnya, isu sensitif semacam itu dapat memunculkan efek bola salju atau snowball effect yang dampaknya meluas ke mana-mana, termasuk terhadap citra politik partai tempat tokoh tersebut bernaung.

Adi menilai manuver dan kontroversi Ade Armando berpotensi memengaruhi citra PSI, terutama ketika partai tersebut sedang berupaya memperkuat basis dukungan agar bisa lolos ambang batas parlemen pada Pemilu mendatang.

Karena itu, Adi menduga PSI juga tengah menghitung dampak politik dan efek negatif apabila Ade Armando terus dikaitkan dengan partai tersebut.

“Sepertinya PSI juga sedang menghitung kalkulasi dan efek negatifnya jika Ade Armando terus bersama dengan PSI,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan agar isu-isu sensitif terkait agama maupun identitas tidak dijadikan konsumsi publik secara sembarangan karena berpotensi memicu kegaduhan sosial dan politik.

“Maka sekali lagi, berbicara hal-hal yang sifatnya sensitif seperti ras itu adalah konsumsi yang sifatnya private,” pungkasnya.

Ade Armando memutuskan mundur dari PSI setelah mengaku dirinya kerap menjadi sasaran kritik dan serangan publik akibat berbagai pernyataannya. Teranyar, Ade turut dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh aliansi 40 organisasi kemasyarakatan Islam terkait dugaan provokasi terhadap ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya