Berita

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan mendampingi Menteri Koperasi, Ferry Juliantono melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi 7 Mei 2026 (Foto: Istimewa)

Bisnis

Menkop Sambangi Habib Rizieq, Dorong Kebangkitan Koperasi Pesantren

KAMIS, 07 MEI 2026 | 14:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi (7/5/2026).

Kunjungan tersebut membawa misi memperkuat basis ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Pesantren atau kopontren.

Dalam pertemuan itu, Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan marwah koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional. Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto yang ingin koperasi kembali menjadi “soko guru” ekonomi bangsa.


“Sebagai cucu dari pendiri koperasi, Margono Djojohadikusumo, Presiden Prabowo menaruh harapan besar agar koperasi kembali berjaya dan menjadi kekuatan ekonomi kita,” ujar Ferry dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis 7 Mei 2026. 

Gagasan tersebut disambut positif oleh Habib Rizieq. Ia menilai pemberdayaan ekonomi pesantren melalui koperasi merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama.

Habib Rizieq juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam menggerakkan ekonomi umat.

“FPI mendukung penuh dan siap berpartisipasi aktif dalam pembangunan Koperasi Pesantren ini,” tegasnya.

Turut mendampingi Menkop dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan. Ia mengatakan pemerintah saat ini serius mengembangkan gerakan koperasi, termasuk melalui penguatan koperasi pesantren.

Saat dihubungi RMOL, Syahganda menilai peran ulama sangat penting dalam membangun gerakan koperasi di Indonesia.

“Sejak zaman dahulu, ulama sudah punya peran besar dalam gerakan koperasi. Tahun 1913, HOS Tjokroaminoto sudah membangun koperasi dan usaha bersama, jauh sebelum Indonesia merdeka. Itu yang perlu dijadikan referensi dan ditiru,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dalam skala besar yang nantinya dapat disinergikan dengan koperasi pesantren maupun bentuk koperasi lainnya.

“Ke depan bisa disinergikan antara koperasi desa, koperasi pesantren, dan bentuk koperasi lainnya,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya