Berita

Kapal pesiar MV Hondius (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DW)

Dunia

Mengenal Ancaman Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

KAMIS, 07 MEI 2026 | 09:59 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Sebuah pelayaran kapal pesiar mewah, MV Hondius, yang tengah tertahan di lepas pantai Cape Verde mendadak berubah menjadi tragedi.

Tiga orang penumpangnya dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi dari wabah hantavirus. Insiden mematikan ini sontak memicu kekhawatiran global mengenai apa itu hantavirus dan bagaimana cara penularannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus yang secara alami menjadikan hewan pengerat sebagai inangnya.


Menariknya, hewan pengerat yang membawa virus ini bisa bertahan dalam jangka waktu lama tanpa menunjukkan gejala sakit. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), manusia umumnya terpapar virus ini melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur hewan pengerat.

Namun, kasus di MV Hondius memiliki tingkat kewaspadaan yang berbeda. WHO mengidentifikasi bahwa jenis virus yang mewabah di kapal tersebut adalah Andes virus. Varian virus yang ditemukan di wilayah Amerika Selatan ini patut diwaspadai karena diyakini mampu menyebar dari manusia ke manusia.

Infeksi hantavirus sama sekali tidak boleh disepelekan karena dapat memicu komplikasi gangguan pernapasan yang sangat berat. Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan pengobatan khusus yang mampu menyembuhkan penyakit akibat hantavirus.

Oleh karena itu, penanganan pasien sangat bergantung pada perawatan medis suportif yang harus dilakukan sedini mungkin guna meningkatkan peluang keselamatan pasien dan menangani komplikasi yang muncul.

Meski memakan korban jiwa, WHO menilai risiko wabah ini bagi masyarakat luas masih tergolong rendah. Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Henri P. Kluge, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menegaskan bahwa pembatasan perjalanan sama sekali tidak diperlukan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi kita semua akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari paparan hewan pengerat, terutama di ruang tertutup.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya