Berita

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X (Kanjeng Gusti), saat melepaskan ikan endemik di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur, New Rivermoon, Klaten, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)

Nusantara

Investasi Lingkungan Ubah Sungai Pusur jadi Destinasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

KAMIS, 07 MEI 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur di Klaten kini menjadi simbol nyata bagaimana pelestarian lingkungan dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Apa yang terjadi di kawasan ini membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam bukan sekadar beban biaya, melainkan investasi yang mampu menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara konsisten berhasil melahirkan aktivitas ekonomi kreatif melalui wisata river tubing. Sungai yang bersih tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menjadi aset ekonomi yang menghidupi warga sekitar.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X (Kanjeng Gusti), saat meninjau kawasan New Rivermoon baru-baru ini, menegaskan bahwa ekosistem di DAS Pusur menjadi contoh nyata bagaimana keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.


Menurutnya, setiap upaya menjaga alam pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia.

“Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting, dan di sini kita dapat melihat bagaimana konservasi air dan lingkungan dijalankan berdampingan dengan aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap tindakan manusia terhadap alam, kata dia, mencerminkan cara manusia hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya.

“Adem itu dimulai dari dalam, melalui refleksi untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri kita. Dari sanalah muncul keselarasan antara hati dan pikiran, sebuah bentuk mindfulness agar kita lebih jernih dalam mengambil langkah dan keputusan bagi lingkungan,” tambahnya.

Model ekonomi kreatif yang berkembang di DAS Pusur dibangun melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan sektor swasta seperti Aqua. Bagi warga sekitar, menjaga kebersihan sungai bukan hanya bagian dari pelestarian lingkungan, tetapi juga investasi ekonomi. Semakin terjaga kondisi sungai, semakin besar daya tarik wisata yang tercipta.

Sekretaris Pusur Institute sekaligus perwakilan penggiat lingkungan muda DAS Pusur, Lintang Eka Prakusya, mengatakan bahwa keberlanjutan ekonomi wisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan sungai.

“Kalau sungainya bersih, orang mau datang, kegiatan bisa berjalan, dan masyarakat banyak juga akan merasakan manfaatnya. Menjaga sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keberlangsungan hidup kami,” ujar Lintang.

Dari sisi industri, keterlibatan sektor swasta juga menjadi bentuk investasi jangka panjang. Dukungan Aqua melalui program pendampingan berkelanjutan dinilai mampu menjadi katalisator tumbuhnya berbagai unit ekonomi lokal di sekitar kawasan DAS Pusur.

Senior Manager Public Affairs & Sustainability Aqua, Jeffri Ricardo, menjelaskan bahwa ekosistem sungai yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sumber air tanah. Dengan mendukung komunitas lokal menjaga kelestarian sungai, perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi juga memastikan keberlanjutan kualitas sumber air yang digunakan.

Transformasi sungai dari sekadar saluran air menjadi destinasi wisata river tubing turut menciptakan efek ekonomi berantai. Peluang kerja terbuka bagi penggiat lingkungan muda, pengelola wisata, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada konservasi lingkungan?"mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan bantaran sungai?"dapat menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa keselarasan antara hati, pikiran, dan tindakan dalam menjaga alam akan melahirkan harmoni bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya