Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Pebisnis Diminta Jangan Takut soal Kondisi Ekonomi Nasional

RABU, 06 MEI 2026 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan kalangan pengusaha yang menilai pertumbuhan ekonomi belum dirasakan secara merata. Ia menilai kekhawatiran tersebut dipicu oleh narasi yang membangun rasa takut, padahal pemerintah telah menunjukkan kinerja ekonomi yang solid.

Menurut Purbaya, pemerintah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan dunia usaha tetap mendapatkan dukungan, terutama dari sisi pembiayaan.

“Pebisnis nggak usah takut, (ekonomi) kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.


Ia menegaskan, stabilitas sistem keuangan akan terus dijaga agar pelaku usaha memiliki ruang untuk menjalankan operasional dan ekspansi bisnis.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 sebesar 5,61 persen belum sepenuhnya dirasakan oleh dunia usaha.

Menurutnya, meskipun indikator makro seperti konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menunjukkan kinerja yang kuat, namun transmisi pertumbuhan ke sektor riil masih belum optimal.

“Namun demikian bagi dunia usaha, yang juga menjadi perhatian adalah transmission mechanism dari pertumbuhan tersebut ke aktivitas bisnis riil. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi justru mengalami kontraksi sebesar -0,77 persen, dan bahkan pada saat yang sama sektor manufaktur juga mengalami kontraksi kuartalan sebesar -1,01 persen,” kata Shinta dalam keterangan tertulis.

Shinta juga menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah sejak awal tahun. Rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS pada Januari, lalu mendekati Rp17.000 di akhir kuartal I, hingga kini menyentuh sekitar Rp17.400 per dolar AS.

Kondisi tersebut, lanjutnya, memicu dampak asimetris terhadap dunia usaha. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi tetap terjadi, namun di sisi lain biaya produksi meningkat, terutama bagi sektor yang bergantung pada impor bahan baku.

“Bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada impor bahan baku, depresiasi rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold, menekan margin, dan dalam banyak kasus membatasi kemampuan ekspansi usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun secara makro ekonomi terlihat solid, banyak pelaku usaha masih menghadapi tekanan margin atau margin compression di level mikro.

Lebih jauh, Shinta menilai kombinasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pelemahan rupiah mencerminkan dua sisi kondisi ekonomi nasional. Di satu sisi menunjukkan fundamental domestik yang kuat, namun di sisi lain mengindikasikan tekanan eksternal yang signifikan.

Faktor global seperti ketegangan geopolitik, kenaikan harga energi, serta dinamika pasar keuangan internasional disebut turut memengaruhi stabilitas nilai tukar.

“Bagi dunia usaha, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana kombinasi ini ke depan dapat mempengaruhi biaya produksi, daya beli masyarakat, serta keputusan investasi,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya