Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi KKP)

Politik

Pembangunan Tanggul Laut Pantura Jadi Investasi Jangka Panjang

RABU, 06 MEI 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah memproyeksikan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun dengan skema pembiayaan gabungan antara APBN dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut proyek tersebut sebagai langkah mendesak untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah serta banjir rob yang semakin memburuk di wilayah Pantura.

Dukungan terhadap proyek ini datang dari banyak pihak, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto. Ia menilai Pantura memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional.


“Pantura Jawa adalah salah satu koridor ekonomi, industri, transportasi, dan logistik yang menjadi tulang punggung kedaulatan ekonomi nasional. Dengan kontribusi sekitar 23 persen terhadap PDB nasional dan mencakup sekitar 52 juta penduduk, wilayah ini bukan sekadar jalur pantai biasa, melainkan mesin penggerak utama perekonomian bangsa,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Pantura menghubungkan pusat-pusat industri utama, pelabuhan strategis seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, hingga Tanjung Perak, serta kawasan manufaktur dan jaringan logistik nasional.

Menurutnya, kerusakan di kawasan tersebut akibat abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, maupun kenaikan permukaan air laut akan menimbulkan dampak domino yang luas.

“Kerugian ekonomi langsung, potensi kehilangan triliunan rupiah per tahun dari aktivitas industri, perdagangan, dan pertanian. Ancaman terhadap jutaan lapangan kerja dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Gangguan rantai pasok nasional, yang pada akhirnya mempengaruhi inflasi, harga pangan, dan daya saing Indonesia di mata dunia,” jelasnya.

Didik juga mengaitkan proyek ini dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menempatkan Pantura sebagai prioritas dalam Program Kerja Prioritas Nasional.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi aset nasional bernilai ratusan miliar dolar AS dan menjamin ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ancaman klimatologi global,” tegasnya.

Ia menilai pembangunan giant sea wall merupakan solusi komprehensif yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan fisik dari banjir rob dan abrasi, tetapi juga mencakup rehabilitasi ekosistem pesisir, pengelolaan air terintegrasi, serta pengembangan kawasan industri yang lebih tangguh.

Didik mencontohkan negara seperti Belanda dan Jepang yang telah sukses menjadikan pembangunan tanggul laut sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

“Di Indonesia, ini akan menjadi legacy nasional yang melindungi sekitar 50 juta jiwa dan menjaga kontribusi Pantura terhadap PDB,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merealisasikan proyek tersebut, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah di sepanjang Pantura, kementerian terkait, hingga Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

“Kick-off meeting ini adalah momentum historis yang tepat. Kerja sama antara pemerintah pusat, kepala daerah sepanjang Pantura, kementerian terkait, dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sangatlah krusial,” pungkasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya