Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Antisipasi Efek The Fed, Prabowo Minta Fundamental Ekonomi Nasional Diperkuat

RABU, 06 MEI 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap penguatan fondasi ekonomi nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan global. 

Khususnya dampak kebijakan suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang berpotensi memicu gejolak pasar keuangan dan arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, Prabowo menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang kian kompleks.


Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pasar modal domestik, termasuk terjadinya outflow, erat berkaitan dengan kondisi global dan arah kebijakan suku bunga AS yang masih tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.

“Dapat kami sampaikan kalau teman-teman lihat terjadi outflow ya, karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global, dimana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow. Namun selama kita yakini fundamental kita baik, kita harapkan ini akan bisa berbalik,” ujar Friderica kepada awak media usai rapat.

Sebagai respons, pemerintah bersama OJK terus memperkuat kredibilitas pasar keuangan melalui peningkatan transparansi, termasuk pembukaan data kepemilikan saham yang lebih rinci, pengungkapan ultimate beneficial owner, serta penyesuaian aturan likuiditas saham melalui penguatan free float. 

“Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa setelah market event, yaitu yang dicetuskan dari semenjak akhir Januari kemarin dari MSCI, dapat kami sampaikan bahwa seluruh hal-hal yang menjadi concern dari global investor terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia, di mana data dari 1 persen pemegang saham sudah kita buka, kemudian granularity dari data dari 9 klasifikasi menjadi 39 sudah kita sampaikan, sudah sangat granular,” tuturnya.

Selain penguatan transparansi, pendalaman pasar domestik juga menjadi strategi utama. OJK mencatat jumlah investor pasar modal dalam setahun terakhir bertambah sekitar 5 juta SID, sebuah perkembangan yang dinilai penting untuk memperkuat bantalan internal pasar nasional.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya