Berita

Asap mengepul di zona industri minyak Fujairah, UEA (Foto: Reuters)

Dunia

Kilang Minyak UAE Diserang, RI Serukan Dialog dan Perlindungan Infrastruktur Sipil

RABU, 06 MEI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia menyuarakan keprihatinan serius menyusul laporan serangan rudal dan drone yang menghantam fasilitas kilang minyak di Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini. 

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X pada Rabu, 6 Mei 2026, Indonesia menilai insiden tersebut berisiko memperbesar ketegangan dan merusak momentum perdamaian yang tengah diupayakan. 

Selain itu, serangan juga membawa konsekuensi luas terhadap rantai pasok internasional di tengah situasi geopolitik yang masih rapuh pascagencatan senjata.


“Serangan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global, yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan," demikian bunyi pernyataan tersebut. 

Indonesia pun mendesak semua pihak agar menahan diri dan mematuhi norma hukum internasional, terutama terkait perlindungan fasilitas sipil dari serangan bersenjata.  

Sebagai bagian dari komitmen terhadap perdamaian dunia, Indonesia menyatakan siap berkontribusi dalam berbagai langkah de-eskalasi diplomatik. 

“Indonesia siap mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan mengedepankan dialog untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan," kata Kemlu.

Pemerintah juga mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang berada di UEA agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus mematuhi arahan pemerintah setempat dan Perwakilan RI, di tengah meningkatnya risiko keamanan akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah. 

Menurut laporan Al Jazeera, Senin, 4 Mei 2026, UEA menuduh Iran meluncurkan rentetan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang menyasar sejumlah target sipil serta fasilitas energi strategis, termasuk kawasan kilang minyak di Fujairah. 

Otoritas pertahanan UAE menyebut sebagian besar proyektil berhasil dicegat, namun satu serangan memicu kebakaran besar di Fujairah Petroleum Industries Zone dan menyebabkan tiga warga negara India terluka.

Insiden tersebut menjadi serangan pertama ke wilayah UAE sejak Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026. 

Ketegangan kembali meningkat setelah Washington berupaya mengawal kapal-kapal tanker yang terjebak di sekitar Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia yang terganggu sejak perang AS-Israel melawan Iran meletus pada akhir Februari.

Pemerintah UAE mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan serangan langsung terhadap infrastruktur sipil. 

Di sisi lain, Iran membantah memiliki rencana menyerang fasilitas minyak UAE, dengan media pemerintahnya justru menuding langkah militer Amerika Serikat di Selat Hormuz sebagai pemicu insiden.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya