Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dolar AS Melandai Saat Yen Berupaya Bangkit

RABU, 06 MEI 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar mata uang global di New York bergerak relatif tenang pada perdagangan Selasa 5 Mei 2026 waktu setempat , dengan posisi Dolar Amerika Serikat (AS) yang sedikit melemah. 

Pelaku pasar saat ini tengah menimbang situasi di Timur Tengah serta mengamati pergerakan Yen Jepang yang masih dibayangi spekulasi intervensi pemerintah.

Indeks DXY, yang menjadi barometer kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya, terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 98,437, setelah sebelumnya sempat menguat pada hari Senin.


Meskipun sempat ada kekhawatiran terkait rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran di Selat Hormuz, pasar merespons dengan tenang karena tidak adanya eskalasi militer baru dari pihak Gedung Putih. 

Kondisi yang cenderung stagnan ini membuat Euro dan Poundsterling berhasil mencatatkan penguatan tipis masing-masing sebesar 0,1 persen. 

Analis menilai bahwa investor saat ini sedang dalam posisi menunggu (wait and see), tidak hanya karena perkembangan di Teluk, tetapi juga menantikan rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dapat memengaruhi selera risiko global.

Mata uang Yen menjadi sorotan setelah diduga ada intervensi besar-besaran dari otoritas Jepang pekan lalu dengan perkiraan dana mencapai 35 miliar Dolar AS. Meski sempat menguat tajam, Yen kembali melemah 0,4 persen terhadap Dolar ke posisi 157,85. 

Para ahli berpendapat bahwa intervensi tersebut sulit bertahan lama selama suku bunga di Jepang masih sangat rendah dan harga energi dunia tetap tinggi, yang secara fundamental terus menekan posisi Yen.

Di sisi internal AS, data ekonomi menunjukkan defisit perdagangan yang melebar pada bulan Maret. Hal ini dipicu oleh lonjakan impor teknologi, khususnya investasi pada kecerdasan buatan (AI), yang nilainya melampaui pertumbuhan ekspor energi meskipun pengiriman komoditas tersebut sedang meningkat akibat konflik.

Dolar Australia menguat 0,3 persen setelah bank sentral Australia kembali menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. 

Langkah tegas ini diambil untuk meredam inflasi meskipun harus mengorbankan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Seiring dengan stabilnya kondisi pasar, investor mulai kembali melirik aset berisiko. Hal ini terlihat dari melemahnya Dolar AS terhadap Peso Meksiko sebesar 0,8 persen dan Rand Afrika Selatan sebesar 0,7 persen.

Secara keseluruhan, meski DSolar AS masih memiliki fondasi yang kuat dalam jangka panjang, minimnya sentimen pendorong baru serta pulihnya minat investor terhadap aset berisiko memberikan tekanan jangka pendek bagi mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya