Berita

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

RABU, 06 MEI 2026 | 03:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sikap Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang pasang badan membela Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya setelah dituduh mantan Ketua MPR Amien Rais, mendapat kritikan tajam.

Aktivis Islam Ahmad Khozinudin meminta Dudung Abdurachman tidak perlu ikut campur dalam kasus yang menyeret nama Amien Rais dan Seskab Teddy.

"Jenderal Dudung sebaiknya fokus dengan tugasnya di KSP," kata  Khozinudin, dikutip Rabu 6 Mei 2026.


Khozinudin berharap Dudung mengerem dalam menyampaikan pernyataan di depan media.

"Tidak segala urusan dan semua isu dikomentari, termasuk soal Mayor Teddy," kata Khozinudin 

"Lagipula, sejak kapan Jenderal jadi 'bawahan' Mayor?" sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman merespons pernyataan Amien Rais mengenai Seskab Teddy Indra Wijaya. Dudung menyebut berbagai tudingan Amien Rais terhadap Teddy sebagai fitnah.

Dudung mengaku sangat mengenal Teddy. Menurutnya, Teddy merupakan sosok yang sopan.

"Saya tahu persis bagaimana Teddy, adik saya itu, sopan banget dia. Ya, hormat sama saya juga. Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah," kata Dudung di kantor KSP, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.

Dudung berharap rakyat tidak termakan dengan pernyataan Amien terkait Teddy. Menurutnya, pernyataan Amien Rais tersebut bertujuan mengganggu persatuan dan kesatuan.

"Yang penting rakyat Indonesia tetap tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Itu hanya segelintir orang-orang yang dari dulu selalu mencoba untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," kata Dudung.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya