Berita

Kepala PJPH Ahmad Haikal Hasan (kanan) dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding (kiri) di Jakarta Pusat. (Foto: Dokumen BPJPH)

Nusantara

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

SELASA, 05 MEI 2026 | 00:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat koordinasi dalam pengawasan komoditas impor guna memastikan setiap produk yang masuk ke Indonesia sehat dan halal.

Penguatan koordinasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap temuan bahan baku impor, termasuk Meat Bone Meal (MBM) yang merupakan bahan baku pakan ternak yang mengandung unsur porcine/babi.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan mengatakan, pengawasan dilakukan secara komprehensif untuk menjaga kualitas, kesehatan, gizi, serta kehalalan produk bagi masyarakat Indonesia.


“Kami bekerja sama erat untuk memastikan produk yang beredar di Indonesia terjamin mutu, sehat, bergizi, dan halal bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Haikal usai melakukan pertemuan dengan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding di  Jakarta Pusat, Senin 4 Mei 2026.

Menurut Haikal, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya makanan sehat, bergizi, dan halal sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia sebagai kekuatan besar Asia dalam 10 tahun mendatang.

"Mudah-mudahan bantuan dari teman-teman (Barantin) dan kerja sama, kita telah menghilangkan ego sektoral," kata Haikal. 

BPJPH juga akan memperkuat pengawasan tidak hanya saat produk tiba di Indonesia, tetapi sejak dari negara asal melalui skema inspeksi awal.

Uji coba inspeksi awal telah dilakukan di sejumlah negara, antara lain Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, China, dan Korea Selatan.

“Kami melakukan double check, baik di negara asal maupun saat barang masuk ke Indonesia," kata Haikal.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya