Berita

PLBN Skouw menggagalkan penyelundupan ganja seberat 2.155,6 gram yang diduga dibawa oleh warga negara Papua Nugini. (Foto: Dok. PLBN Skouw)

Hukum

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

SENIN, 04 MEI 2026 | 23:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 2.155,6 gram yang diduga dibawa oleh warga negara Papua Nugini saat hendak melintas di kawasan perbatasan pada, Jumat 1 Mei 2026.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 14.02 WIT saat dua orang terduga pelaku mencoba melintas menggunakan sepeda motor di area pemeriksaan PLBN Skouw. 

Namun, saat proses pemeriksaan barang bawaan berlangsung, pelaku mendadak memutar arah kendaraan dan melarikan diri kembali ke wilayah Papua Nugini, meninggalkan barang bawaan di lokasi.


Petugas keamanan PLBN Skouw yang siaga segera mengamankan barang yang ditinggalkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. 

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan narkotika jenis ganja yang diduga akan diselundupkan melalui jalur perlintasan perbatasan.

Barang bukti tersebut kemudian diserahkan kepada petugas Bea dan Cukai untuk penanganan lebih lanjut, dengan koordinasi bersama Kepolisian Subsektor Skouw, unsur TNI, serta petugas keamanan PLBN Skouw.

“Pengawasan di pintu perlintasan akan terus kami perketat melalui koordinasi lintas instansi," kata Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, dikutip Senin 4 Mei 2026.

Ni Luh menyampaikan bahwa penggagalan ini merupakan hasil dari kewaspadaan petugas dan sinergi lintas instansi yang terbangun dengan baik di kawasan perbatasan. 

Menurutnya, pengawasan berlapis menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran lintas batas.

PLBN Skouw yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kolaborasi CIQS, serta mengedepankan profesionalisme petugas demi menciptakan perbatasan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkotika.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya