Berita

Ilustrasi pelecehan seksual.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

SENIN, 04 MEI 2026 | 05:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Kota Sukabumi. 

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 24 kasus telah ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Sukabumi.

Unit tersebut berada di bawah Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi yang menangani berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga pelecehan seksual.


Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraini menjelaskan, dari total 24 kasus, sebanyak 10 kasus dialami perempuan dewasa.

Sementara itu, terdapat 4 kasus kekerasan terhadap anak laki-laki dan 10 kasus terhadap anak perempuan.

"Kasusnya ada kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan seksual juga ada. Sebagian sudah selesai pendampingannya, sementara lainnya masih dalam proses pendampingan hukum dan psikolog. Ada juga yang dilanjutkan ke proses hukum," ujar Ineu seperti dikutip dari RMOLJabar, pada Minggu 3 Mei 2026.

Ia menambahkan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA.

Bahkan, DP2KBP3A kini mulai menjajaki pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di tingkat perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, dinas tersebut juga bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan seperti PMII untuk memperkuat edukasi dan penanganan kasus di lingkungan kampus.

"Sekarang kita bekerja sama dengan perguruan tinggi. Edukasi penanganan kasus kekerasan juga sudah mulai dilakukan di tingkat kampus," kata dia.

Sejauh ini, pembentukan TPPK di lingkungan pendidikan dasar telah dilakukan. Seluruh SD dan SMP di Kota Sukabumi disebut telah memiliki tim tersebut sebagai langkah pencegahan dini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya