Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Publika

Sindiran Prabowo

SENIN, 04 MEI 2026 | 05:07 WIB

PRESIDEN Prabowo Subianto muncul dengan pernyataan sindiran, Amien Rais muncul dengan pernyataan tuduhan, dan Megawati Soekarnoputri muncul dengan pernyataan klarifikasi. 

Pernyataan-pernyataan ini viral di masyarakat, khususnya media sosial. Dunia maya.

Pernyataan sindiran Prabowo yang viral memang tak hanya satu. Bukan hanya soal mau kabur ke Yaman, silakan. 


Tapi juga soal pernyataan atau pertanyaan kepada massa buruh di Monas, MBG bermanfaat atau tidak? Dijawab serentak, tidakkkk.

Kalau pernyataan yang mau kabur ke Yaman, silakan direspons serius, misalnya Yaman daerah yang diberkahi, kok Presiden mengusir warganya, dan lain-lain. 

Tapi kalau, tidakkk, jawaban massa Buruh di Monas itu, giliran Prabowo, diolok-olok.

Padahal, di sisi lain juga, itu justru bagus. Tanda bahwa peringatan Hari buruh itu bukan agenda settingan terbantahkan juga. Itu jadi alami. 

Bukan bukti program MBG tak disukai rakyat. Pernyataan Prabowo saja yang salah, karena di tengah histeria.

Memang, media sosial kita heboh dengan saling timpal, balas, soal yang seperti itu. 

Pernyataan yang tidak serius, bisa dijawab serius. Sebaliknya, pernyataan atau tuduhan serius, justru dijawab tidak serius dengan dalih kebebasan berpendapat.

Tuduhan Amien Rais terhadap Prabowo sebagai seorang Presiden dan Seskab Teddy Indra Wijaya itu serius. 

Tapi banyak juga yang menganggap tidak serius. Malah, banyak yang membela juga. Sok-sok objektif. Serba salah. 

Amien Rais juga terlihat tak merasa bersalah juga. Orang yang sering kalah, kalah lagi, ya biasa.

Megawati tiba-tiba muncul dalam forum senat Universitas Borobudur, pemberian gelar Profesor Emeritus untuk Arief Hidayat. 

Ia mengklarifikasi demo berakhir rusuh Agustus lalu, bahwa "Merah" di belakangnya. Klarifikasi, langsung kepada Prabowo.

Forum sakral senat Universitas pemberian gelar Profesor Emeritus itu berubah menjadi panggung Megawati mengklarifikasi banyak hal. 

Panggung itu seperti berubah adi panggung resmi partai, di mana Megawati juga sering melemparkan pernyataannya.

Tapi anehnya, orang juga menilai Indeks demokrasi turun, orang ketakutan menyampaikan pendapat, kebebasan terkekang, dan sejenisnya. 

Padahal, semua sindiran, tuduhan, klarifikasi, dan semacam itu, justru menandakan negara kita semakin demokratis, malah bisa dikatakan kelewatan bebas.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya