Berita

Politisi Demokrat, Andi Arief. (Foto: RMOL)

Politik

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

MINGGU, 03 MEI 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Masuknya militer ke ranah sipil perlu menjadi perenungan mendalam untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang selama ini berjalan koruptif dan amburadul.

Politisi Demokrat, Andi Arief mengurai contoh pelibatan militer di pemerintahan di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Latin. Tahun 1960-an silam, militer masuk ke sipil karena pemerintahan tidak berjalan dengan baik.

"Salah satu teori masuknya militer ke ranah sipil adalah karena sipil enggak becus, lamban, tidak efektif dan korup. Akhirnya rakyat mendukung," ujar Andi Arief kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 3 Mei 2026.


"Saya bukan pendukung militer masuk ke ruang sipil, tapi sebaiknya kita merenung jangan-jangan teori itu sekarang terjadi," sambungnya menegaskan.

Ia menceritakan pengalaman saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) mempelajari hubungan sipil-militer, baik yang terjadi di Indonesia maupun dunia.

Dari pemahamannya, masuknya militer ke dalam politik itu disebabkan karena sipilnya cenderung memperlihatkan gejala-gejala moral hazard. 

"Sipilnya banyak sekali kelemahan, sipilnya banyak melakukan kesalahan, sipilnya korup, sipilnya enggak efektif dalam birokrasi, sipilnya ya yang intinya koruplah," tuturnya.

Di samping itu, fenomena militer masuk ke ranah sipil di kementerian/lembaga terjadi di beberapa negara, terutama di Amerika Latin, Afrika, dan termasuk di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.

Fenomena ini perlu dipahami sebagai otokritik bagi masyarakat sipil, karena telah mengarah ke hal-hal negatif yang semakin parah.

"Jadi melihatnya secara positif saja, jangan-jangan kritik juga buat masyarakat sipil. Ayo kalau mau ingin memperbaiki diri, menjadi profesional, tidak korup, ya ini sekarang waktunya," paparnya.

Jika tidak diikuti perbaikan, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan lebih percaya pada militer dibanding sipil.

"Jadi ini mudah-mudahan hanya menjadi kritikan buat masyarakat sipil juga," tutup Andi Arief.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya