Berita

Diskusi publik bertajuk “Urgensi Kebebasan Sipil untuk Masa Depan Demokrasi Indonesia” di Kedai Kopi , Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

MINGGU, 03 MEI 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Peringatan May Day dan Hardiknas 2026 menjadi momentum konsolidasi ide.

Sejumlah pakar dan aktivis menggelar diskusi publik bertajuk “Urgensi Kebebasan Sipil untuk Masa Depan Demokrasi Indonesia” di Kedai Kopi , Jakarta, Sabtu 2 Mei 2026.

Diskusi yang diinisiasi PP Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) ini menyorot tiga pilar: aktivisme mahasiswa, transparansi birokrasi, dan meritokrasi.


Pakar hukum tata negara, Feri Amsari menegaskan bahwa mahasiswa harus kembali jadi kekuatan pengontrol sosial.

“Keterlibatan aktif mahasiswa adalah mitra strategis bagi pemerintah dalam memastikan kebijakan negara tetap akuntabel,” kata Feri dikutip Minggu 3 Mei 2026.

Menurut Feri, aktivisme yang sehat justru membantu pemerintah melakukan pengawasan internal. Hasilnya: birokrasi lebih bersih dan transparan.

Sedangkan ekonom senior Prof. Anthony Budiawan, salah satu tokoh Barisan Oposisi Indonesia, mendorong transformasi fundamental birokrasi. Pemerintah diminta beralih dari regulator menjadi pelayan rakyat sejati.

“Ruang diskusi publik yang inklusif dan transparan adalah kunci legitimasi kebijakan,” kata Anthony.

Menurutnya, masyarakat harus dilibatkan secara substansial dalam penyusunan regulasi akan meminimalisir resistensi dan mengubahnya jadi dukungan publik.

Sementara pengamat politik Prof. TB Massa Djafar menekankan efektivitas partai politik sebagai agen kaderisasi. Penguatan sistem meritokrasi dalam kepemimpinan nasional diyakini melahirkan elit politik berintegritas.

Langkah itu selaras dengan visi pemerintah mempercepat reformasi tata kelola agar lebih stabil dan kompetitif secara global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya