Pelantikan lima Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin). (Foto: RMOL/Abdul Rouf)
Pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) berlangsung khidmat di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ketua Umum PB Perbakin, Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto, memimpin langsung pelantikan yang diikuti sejumlah provinsi, termasuk DKI Jakarta, Gorontalo, NTB, Kalteng, dan Kalsel.
Joni tidak sekadar melantik, tetapi juga menegaskan arah organisasi yang harus berorientasi pada prestasi dan kehormatan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa Perbakin bukan sekadar wadah formal, melainkan alat perjuangan olahraga.
“Ini adalah sebuah organisasi yang mengemban misi, membina, dan meningkatkan prestasi olahraga untuk mengangkat harkat martabat dan kehormatan bangsa, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan,” kata Joni.
Ia menambahkan, kehadiran para pengurus bukan sekadar memenuhi struktur organisasi, tetapi merupakan bentuk pengabdian nyata kepada negara.
“Kepercayaan dan kehormatan yang saudara terima harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Momen pelantikan pun diwarnai ikrar kesanggupan. Joni secara langsung meminta para pengurus menjawab kesediaan mereka untuk mengemban amanah tersebut.
“Apakah saudara-saudara bersedia mempertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan ini?” tanya Joni.
“Bersedia!” jawab para pengurus serempak, bahkan hingga diulang dua kali sebagai bentuk penegasan komitmen.
Sementara itu, Ketua Umum Perbakin DKI Jakarta, Umar Surya Fana, menilai pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri seluruh rangkaian proses organisasi yang telah berjalan sejak 2025 sekaligus memulai kerja nyata ke depan.
“Pelantikan ini adalah rangkaian akhir dari seluruh proses pemilihan yang kita mulai sejak Agustus 2025 dan puncaknya di 13 Desember. Dengan ini, saatnya kita fokus bekerja,” pungkasnya.
Umar juga menegaskan bahwa semangat yang dibawa dalam pelantikan harus bermuara pada prestasi atlet.
“Tidak pernah kita mencari makan dari organisasi, tapi organisasi yang harus kita backup habis-habisan,” tegasnya.