Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi dan cenderung menguat pada akhir pekan, didorong kinerja laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan serta meredanya tekanan harga minyak.
Dikutip dari Reuters, Sabtu 2 Mei 2026, pada penutupan Jumat indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,31 persen ke 49.499,27.
Sebaliknya, S&P 500 naik 0,29 persen ke 7.230,12, sementara Nasdaq Composite melesat 0,89 persen ke 25.114,44. Kenaikan terutama ditopang oleh saham sektor teknologi, yang menjadi pendorong utama reli pasar.
Sepanjang pekan, S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan enam minggu berturut-turut, terpanjang sejak Oktober 2024. Namun, secara historis pasar memasuki periode yang cenderung lebih lemah mulai Mei hingga Oktober, dengan rata-rata kenaikan hanya sekitar 2 persen, dibandingkan 7 persen pada periode November hingga April.
Musim laporan keuangan menjadi faktor kunci penggerak pasar. Dari lebih dari 300 perusahaan yang telah merilis kinerja, sekitar 83 persen melampaui ekspektasi laba dan 78 persen mencatat pendapatan di atas perkiraan.
Secara agregat, laba kuartal pertama diperkirakan tumbuh 27,8 persen dibandingkan tahun lalu -- lonjakan terbesar sejak akhir 2021.
Dari sisi global, ketegangan geopolitik dan pergerakan harga energi tetap menjadi perhatian. Situasi di Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, sempat mendorong kekhawatiran inflasi. Namun, harga minyak mereda setelah muncul laporan bahwa Iran mengajukan proposal baru untuk negosiasi dengan Washington.
Di level saham individu, saham Apple melonjak 3,3 persen berkat proyeksi penjualan yang kuat, terutama dari iPhone 17 dan MacBook Neo.
Sektor perangkat lunak juga menguat setelah Atlassian menaikkan prospek bisnisnya, mendorong sahamnya melonjak hampir 30 persen. Sebaliknya, Roblox anjlok lebih dari 18 persen setelah memangkas target pemesanan tahunan.