Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas-Perak Berkilau Lagi di Tengah Strategi Bank Sentral Global Perkuat Stok Logam Mulia

SABTU, 02 MEI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam mulia menunjukkan penguatannya pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Mei 2026. 

Harga emas berhasil merangkak naik hingga melampaui level psikologis 4.600 Dolar AS per ons, yang sekaligus memperpanjang tren penguatan sebesar 2 persen dari sesi sebelumnya. 

Langkah ini diikuti dengan sangat agresif oleh perak yang melonjak di atas 76 Dolar AS per ons. Kenaikan serempak ini didorong oleh kombinasi melemahnya aset rival dan pergeseran tensi geopolitik di panggung global.


Salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah anjloknya harga minyak mentah dunia atau WTI hingga lebih dari 3 persen. 

Penurunan ini terjadi setelah pejabat Pakistan mengonfirmasi bahwa Iran telah mengirimkan proposal perdamaian yang diperbarui untuk meredakan konflik. Kabar meredanya ketegangan di Timur Tengah ini secara otomatis mengurangi premi risiko pada harga energi dan mengalihkan perhatian investor kembali ke aset logam berharga.

Di saat yang sama, indeks Dolar AS terjun ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Tekanan pada mata uang Negeri Paman Sam ini diperparah oleh lonjakan tajam nilai tukar Yen, yang diduga kuat merupakan hasil intervensi langsung dari otoritas moneter Jepang. 

Karena emas dan perak diperdagangkan dalam Dolar, pelemahan mata uang tersebut membuat harga logam mulia menjadi jauh lebih murah dan menarik bagi para pemegang mata uang asing.

Meskipun saat ini sedang mengalami momentum kenaikan, jika menilik ke belakang, harga emas dan perak sebenarnya masih terkoreksi masing-masing sekitar 15 persen dan 18 persen sejak awal pecahnya perang.

Hal ini terjadi karena gangguan pasokan energi yang masif sempat memicu kekhawatiran inflasi yang sangat tinggi. Kondisi tersebut memaksa bank-bank sentral utama di dunia untuk tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama guna menekan laju kenaikan harga-harga.

Namun, kepercayaan pasar terhadap emas tetap kokoh berkat dukungan institusional. 

Data terbaru dari Dewan Emas Dunia menunjukkan bahwa bank-bank sentral di berbagai negara justru terus mempertebal cadangan emas mereka sepanjang kuartal pertama tahun 2026. 

Aksi borong oleh institusi negara ini memberikan fondasi yang kuat bagi harga emas di tengah fluktuasi ekonomi global. 

Bagi perak, kenaikan ke angka 76 Dolar AS mencerminkan tingginya permintaan industri, terutama untuk teknologi hijau dan panel surya, yang melengkapi statusnya sebagai aset pelindung nilai sekaligus komoditas industri strategis di masa depan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya