Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Berupaya Jaga Keseimbangan Buruh dan Pengusaha

JUMAT, 01 MEI 2026 | 19:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai mengatakan setiap pidato presiden pada momentum Hari Buruh selalu menghadapi tantangan yang sama, yakni bagaimana menyampaikan pesan yang tidak terlalu condong ke salah satu pihak.

“Jadi di hari buruh itu, attention-nya atau pusat perhatiannya bukan hanya di buruh, tapi para pengusaha juga menyaksikan dan mendengarkan poin-poin pesan dalam sambutan yang disampaikan oleh presiden,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.


Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, presiden dalam pidatonya tidak bisa terlihat terlalu berpihak kepada buruh maupun pengusaha. Sebab, secara politis, ketidakseimbangan dalam pidato juga dapat memengaruhi dukungan dari kelompok buruh terhadap pemerintah.

“Dua-duanya ini elemen penting dalam ekonomi Indonesia. Kalau terlalu berpihak kepada buruh, pengusaha bisa quote-unquote, lari, kabur aja dulu. Terlalu berpihak kepada pengusaha, buruhnya marah,” kata Hensa.

Meski demikian, Hensa melihat dalam pidato pada 1 Mei 2026, Presiden Prabowo berupaya menjaga keseimbangan tersebut.

Presiden, kata dia, menyampaikan sejumlah poin yang berpihak pada buruh, termasuk menyinggung hak-hak pekerja, perhatian terhadap pengemudi ojek online, serta gagasan mengenai penyediaan rumah bagi buruh.

Di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat tidak memusuhi pengusaha maupun kelompok masyarakat yang memiliki kekayaan.

“Di sisi yang lain dia mengatakan kita tidak boleh benci terhadap pengusaha, kita tidak boleh benci sama orang kaya, dan ini menurut saya adalah hal yang baik,” ujar Hensa.

Namun, ia menekankan bahwa tantangan utama dari setiap pidato presiden tidak berhenti pada penyampaian pesan, melainkan pada tindak lanjutnya.

Menurutnya, realisasi dari setiap pidato atau taklimat yang disampaikan presiden itu menjadi hal yang paling ditunggu masyarakat.

“Tapi dalam setiap sambutan, dalam setiap pidato, tantangannya satu, follow-up-nya bagaimana? Bakal dilaksanakan enggak? Instruksi-instruksi presiden saat beliau menyampaikan taklimat atau pidato, atau sambutan, atau pesan komunikasinya? Kita tunggu aja,” tegasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya