Berita

Mantan buruh Sritex menggelar aksi demo Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

JUMAT, 01 MEI 2026 | 18:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ribuan mantan pekerja PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menyuarakan tuntutan pembayaran pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dibayarkan pasca pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tahun lalu.

Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026, mantan pekerja juga mendesak pemerintah segera mengambil alih perusahaan dan menjadikannya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil guna memastikan keberlanjutan industri serta kepastian kerja.

Koordinator Forum Eks Pekerja Sritex Sukoharjo, Agus Wicaksono mengatakan, tuntutan tersebut sudah disuarakan sejak 2025 melalui aksi demonstrasi hingga jalur hukum, namun belum membuahkan hasil.


“Pesangon dan THR adalah hak kami yang sampai hari ini belum jelas. Kami juga menagih janji pemerintah terkait solusi penyelamatan perusahaan,” ujar Agus dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Jumat, 1 Mei 2026.

Berdasarkan data forum pekerja, sekitar 10.080 karyawan terdampak PHK pada periode Februari hingga Maret 2025. Sebagian besar kini mengalami tekanan ekonomi setelah dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki habis untuk kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, proses lelang aset perusahaan yang masih berlangsung dinilai berjalan lambat. Akibatnya, pembayaran kewajiban kepada pekerja, termasuk pesangon dan THR yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, belum terealisasi.

Sejumlah aksi massa pun terus digelar sepanjang 2026 sebagai bentuk tekanan agar hak-hak pekerja segera dipenuhi. Tak hanya itu, para eks pekerja juga mendorong pemerintah untuk mengakuisisi Sritex dan mengelolanya melalui Danantara sebagai BUMN tekstil.

Langkah tersebut dinilai sebagai solusi strategis untuk menghidupkan kembali operasional perusahaan sekaligus menyerap kembali tenaga kerja yang terdampak PHK.

“Kami ingin perusahaan ini hidup kembali. Kalau dikelola negara, kami yakin bisa lebih profesional dan memberi kepastian bagi pekerja,” tegas Agus.

Menurut mereka, pengambilalihan oleh negara juga penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional yang padat karya, sekaligus mencegah aset perusahaan terbengkalai akibat proses kepailitan yang berlarut.

Momentum May Day 2026 pun dimanfaatkan sebagai ajang menagih komitmen pemerintah dalam merealisasikan wacana pembentukan BUMN tekstil.

Bagi para eks pekerja, peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi titik krusial untuk mendorong lahirnya kebijakan konkret yang mampu mengakhiri ketidakpastian nasib ribuan keluarga terdampak.

Hingga kini, mereka masih menunggu langkah nyata pemerintah terkait penyelesaian hak-hak pekerja serta masa depan Sritex sebagai salah satu tulang punggung industri tekstil nasional.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya