Berita

Buruh terus memadati area DPR RI di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Massa Buruh Terus Berdatangan dan Penuhi DPR

JUMAT, 01 MEI 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ribuan buruh dari berbagai elemen masyarakat yang memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 masih berunjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jalan Raya Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Pantauan RMOL di lokasi, massa buruh yang berasal dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), SINDIKASI, dan yang lainnya semakin memadati area gedung wakil rakyat. 

Mengusung tema besar #MayDayBersamaRakyat "Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak", massa terus berorasi menyampaikan aspirasinya.


Hingga berita ini diturunkan, buruh masih bertahan dan massa masih terus berdatangan. 

Pada May Day 2026 ini, massa buruh membawa sejumlah tuntutan antara lain memperjuangkan upah layak, hidup layak dengan menghapus sistem kerja kontrak alih daya atau outsourcing

“Lawan kapitalisme, imperialisme, militerisme. Wujudkan kerja layak, upah layak, hidup layak dengan menghapus sistem kerja kontrak, alih daya dan magang,” tegas Senior KASBI, Nining Elitos.

Ia juga menuntut pemerintah dan DPR segera melahirkan undang-undang yang berpihak kepada buruh serta menghentikan penggusuran tanah rakyat.

“Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat, hentikan PHK semena-mena, serta hentikan teror dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat,” kata Nining.

Selain itu, KASBI mendesak perlindungan bagi buruh migran dan pekerja rumah tangga, serta meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

“Lindungi buruh migran dan pekerja rumah tangga, turunkan harga kebutuhan pokok, nasionalisasi aset strategis nasional untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dalam tuntutan lainnya, KASBI juga menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan. “Hentikan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya