Berita

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman. (Foto: RMOL)

Politik

Program PPKD Harus Berdampak Nyata Serap Tenaga Kerja

Jangan Sampai Ciptakan Pengangguran Bersertifikat
JUMAT, 01 MEI 2026 | 14:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

RMOL. Momentum May Day 2026 dimanfaatkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, untuk menekankan pentingnya peningkatan kualitas serta dampak nyata program ketenagakerjaan di ibu kota.

Ade terlebih dahulu memberikan apresiasi terhadap kinerja Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang dinilai telah berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan.

“Kami mengapresiasi peran PPKD yang selama ini telah meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat. Ini adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Jakarta,” ujar Ade Suherman, Jumat, 1 Mei 2026.


Namun demikian, Ade menegaskan bahwa capaian pelatihan harus diiringi dengan penyerapan kerja yang nyata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta.

“Jangan sampai kita hanya mencetak pengangguran bersertifikat. Pelatihan harus berujung pada pekerjaan, bukan sekadar angka capaian,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian, Ade mendorong penguatan sistem link and match antara lembaga pelatihan seperti PPKD dan BLK dengan kebutuhan industri, termasuk membuka peluang kerja di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja informal di Jakarta yang selama ini menjadi bagian besar dari penggerak ekonomi kota.

“Pekerja informal adalah tulang punggung ekonomi Jakarta, tetapi sering kali belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Ade menambahkan, kesejahteraan pekerja tidak hanya ditentukan oleh upah, tetapi juga oleh kondisi ekonomi yang mendukung, seperti stabilitas harga pangan dan keterjangkauan biaya hidup.

“Upah yang layak harus diiringi biaya hidup yang terkendali. Jika tidak, kesejahteraan hanya menjadi angka di atas kertas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum untuk memastikan kebijakan pembangunan di Jakarta semakin inklusif dan berpihak pada pekerja.

“Hari Buruh adalah pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh para pekerja yang setiap hari menggerakkan roda kota ini,” tutup Ade Suherman.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya