Berita

Aksi unjuk rasa Aliansi Perempuan Indonesia, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat siang, 1 Mei 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

May Day, Kelompok Perempuan Sindir Perayaan Ultah Seskab Teddy

JUMAT, 01 MEI 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, turut diikuti kelompok buruh perempuan, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026.

Pantauan RMOL, kelompok buruh perempuan itu membawa spanduk bertuliskan "Aliansi Perempuan Indonesia".

Di bagian bawah nama Aliansi Perempuan Indonesia, poster itu menuliskan kata-kata "Demokrasi Diujung Tanduk".


Menariknya, dalam poster-poster kecil yang dibawa massa aksi Aliansi Perempuan Indonesia ini, ada sejumlah tuntutan dan juga sindiran kepada rezim.

Salah satunya permintaan kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk segera merevisi Undang Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO).

"Segera revisi UU Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kerja paksa = TPPO," tulis poster yang dibawa seorang perempuan massa aksi.

Bahkan, sebuah satire dituliskan pada sebuah poster, yang ditujukan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. 

Sindiran kepada Teddy disampaikan dalam bentuk pantun, dan menyinggung soal perayaan ulang tahun Teddy yang sempat disorot publik pengguna media sosial, karena berlangsung saat kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Perancis.

"Hari Senin itu Monday. Pekerja golf itu caddy. Lebih penting peringati may day daripada ultahnya Teddy," tulis poster tersebut menyindir Teddy.

Tak cuma itu, kritik serta harapan untuk kesejahteraan buruh-buruh Indonesia, juga disampaikan Aliansi Perempuan Indonesia ini, lewat poster-poster mereka.

"Kerja layak bukan diperbudak," tulis mereka dalam posternya.

"Buruh adalah lapisan terbawah dari rantai pasok global. Tapi paling pertama terkena dampak buruk dari krisis," demikian bunyi pesan Aliansi Perempuan Indonesia dalam poster lainnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya