Berita

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada pidato peringatan Hari Buruh yang digelar di Cheong Wa Dae, Jumat, 1 Mei 2026. (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube KTV)

Dunia

Presiden Korea Selatan Fokus Keselamatan Pekerja di Hari Buruh

JUMAT, 01 MEI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dalam pidato peringatan Hari Buruh yang digelar di Cheong Wa Dae, Jumat, 1 Mei 2026. 

Dalam pidatonya, Lee menyampaikan pesan tegas bahwa tidak akan ada kompromi dalam hal keselamatan kerja.

“Saya tidak akan berkompromi atau memberikan konsesi terhadap keselamatan di tempat kerja,” ujarnya, dikutip dari Korean Times.


Ia juga berjanji untuk membangun negara yang “normal”, di mana tidak ada pekerja yang harus mempertaruhkan nyawa saat bekerja.

Lee menegaskan bahwa melindungi pekerja merupakan tanggung jawab dasar, baik bagi negara maupun dunia usaha. Menurutnya, keselamatan kerja bukan sekadar kebijakan tambahan, melainkan fondasi utama dalam sistem ekonomi yang sehat.

Selain itu, ia menolak anggapan bahwa kesejahteraan pekerja bertentangan dengan pertumbuhan bisnis. Justru sebaliknya, keduanya saling bergantung.

“Pertumbuhan hanya punya masa depan jika didukung oleh tenaga kerja,” katanya, sembari mengajak semua pihak meninggalkan pola pikir lama yang memposisikan kepentingan bisnis berlawanan dengan pekerja.

Acara Hari Buruh tahun ini menjadi yang pertama kali digelar di Cheong Wa Dae. Sekitar 130 peserta hadir, termasuk perwakilan pekerja, pengusaha, pemerintah, serta berbagai profesi.

Sebagai informasi, Korea Selatan sempat memperingati Hari Buruh setiap 1 Mei sebelum namanya diubah menjadi “Workers’ Day” pada 1963. Pemerintah kemudian mengembalikan nama Hari Buruh tahun lalu dan menetapkannya sebagai hari libur nasional pada tahun ini, sehingga seluruh pekerja bisa menikmati hari libur tersebut.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya