Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menerjunkan 1.400 petugas kebersihan untuk mendukung peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jumat, 1 Mei 2026.
Langkah ini dilakukan agar buruh dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman, aman, dan tetap dalam lingkungan yang bersih.
Peringatan May Day tahun ini ditaksir dihadiri sekitar 300.000 buruh dari berbagai daerah, serta turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Karena itu, kesiapan pelayanan publik, termasuk penanganan kebersihan, menjadi perhatian serius pemerintah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, 1.400 personel tersebut merupakan gabungan dari Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup di lima wilayah kota administrasi serta Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA). Para petugas akan bekerja dalam dua sif, yakni pukul 08.00 sampai 14.00 WIB dan pukul 14.00 WIB hingga kegiatan selesai.
“Selain personel, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga menyiapkan berbagai sarana kebersihan yang ditempatkan di area Monas, taman Monas, serta sejumlah kantong parkir seperti Lapangan Banteng, Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK),” ujarnya.
Dudi menyampaikan, fasilitas dan armada pendukung lainnya juga disiagakan meliputi, 18 unit road sweeper, 12 unit truk anorganik, 12 unit truk compactor, 6 unit mobil lintas, 112 dustbin, 23 bus toilet, 23 toilet portable, serta 1.400 kantong plastik.
Selain itu, tempat sampah terpilah juga disediakan di sejumlah titik yang terdiri dari tempat sampah mudah terurai (sisa makanan), tempat sampah material daur ulang (plastik, karton dll), dan tempat sampah residu.
Upaya ini dilakukan untuk memudahkan pemilahan sampah sejak dari sumber, sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih tertib dan efisien.
“Menjaga kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh peserta May Day untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta menjaga fasilitas umum. Dengan kolaborasi semua pihak, Jakarta akan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” katanya.
Ia menjelaskan, May Day bukan hanya momentum menyuarakan aspirasi pekerja, tetapi juga kesempatan memperkuat semangat gotong royong antara buruh, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kota bersama-sama.
Menurutnya, peringatan tahun ini juga memiliki makna tersendiri karena Menteri Lingkungan Hidup memiliki latar belakang sebagai aktivis buruh. Hal itu dinilai memperkuat pesan bahwa isu ketenagakerjaan dan lingkungan hidup dapat berjalan beriringan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“May Day tahun ini menjadi momentum kolaborasi seluruh elemen. Kami ingin memastikan kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan Jakarta tetap bersih. Semangat perjuangan pekerja juga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan,” tandasnya.