Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jelang May Day

JUMAT, 01 MEI 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun sebelum akhirnya berbalik turun sehari menjelang  peringatan May Day 2026 di Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Jumat 1 Mei 2026, pada perdagangan Kamis minyak mentah Brent sempat menyentuh 126,41 Dolar AS per barel -- level tertinggi sejak Maret 2022. Namun, harga kemudian turun cukup tajam sebesar 4,02 Dolar AS atau 3,41 persen menjadi 114,01 Dolar AS per barel. Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Juli ditutup sedikit lebih tinggi di 110,88 Dolar AS.

Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga mengalami penurunan. Harga ditutup turun 1,81 Dolar AS atau 1,69 persen ke level 105,07 Dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh 110,93 Dolar AS -- level tertinggi sejak awal April.


Meski turun, tren harga minyak masih menunjukkan kenaikan selama empat bulan berturut-turut. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, dapat menekan pasokan minyak global dalam waktu yang cukup lama.

Menariknya, penurunan harga dari level tertinggi harian tidak memiliki pemicu yang benar-benar jelas. Analis pasar menilai pergerakan ini lebih disebabkan oleh volatilitas tinggi yang terjadi sejak konflik memanas. Dalam perdagangan, bahkan tercatat adanya aksi jual besar yang turut menekan harga.

Selain itu, faktor teknis seperti berakhirnya kontrak perdagangan juga ikut memicu fluktuasi. Beberapa analis menyebut pergerakan harga saat ini tergolong ekstrem dan sulit diprediksi, bahkan dalam hitungan jam.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah pergerakan mata uang. Melemahnya Dolar AS, dipicu oleh penguatan Yen Jepang, ikut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak.

Dari sisi geopolitik, situasi masih jauh dari stabil. Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran untuk memaksa negosiasi. Sebagai respons, Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan yang “panjang dan menyakitkan” jika AS kembali melancarkan aksi militer.

Iran juga menegaskan kembali kendalinya atas Selat Hormuz yang merupakan jalur vital untuk sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur ini menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir.

Data pelayaran menunjukkan aktivitas di Selat Hormuz masih sangat minim. Dalam 24 jam terakhir, hanya tujuh kapal yang melintas, jauh di bawah kondisi normal yang mencapai 125 hingga 140 kapal per hari sebelum konflik terjadi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya