Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

JUMAT, 01 MEI 2026 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat mencatat kinerja yang kuat, dengan indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan pasar ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid, sehingga mampu meredam kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik. Sebelumnya, harga minyak sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun karena ketegangan di Timur Tengah, namun kemudian mulai mereda.

Selain itu, data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa perekonomian AS masih tumbuh dengan baik. Kondisi ini meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga optimisme terhadap prospek pasar saham.


Dikutip dari Reuters pada Jumat, 1 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,62 persen. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,02 persen dan Nasdaq bertambah 0,89 persen. Secara bulanan, S&P 500 mencatat kenaikan terbesar sejak November 2020, Nasdaq sejak April 2020, dan Dow Jones sejak November 2024.

Menurut Paul Nolte, penasihat pasar senior, berbagai data ekonomi membantu meredakan kekhawatiran investor. Ia menambahkan, laporan keuangan perusahaan yang kuat dari berbagai sektor turut mendorong penguatan pasar.

“Selama belum ada perubahan besar pada dinamika pasar dan ekonomi, momentumnya masih cenderung bullish,” ujarnya.

Dari sisi sektoral, saham industri menjadi pendorong utama kenaikan, terutama setelah Caterpillar melonjak ke rekor tertinggi berkat laba kuartal pertama yang kuat. Sebaliknya, sektor teknologi justru menahan laju kenaikan pasar secara keseluruhan.

Pergerakan saham teknologi cenderung beragam. Alphabet melonjak sekitar 10 persen berkat kinerja kuat, terutama dari bisnis cloud. Saham Amazon naik tipis sebesar 08 persen. Sebaliknya, saham Meta Platforms dan Microsoft justru anjlok masing-masing 8,7 persen dan 3,9 persen karena kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Di sisi lain, Eli Lilly juga mencuri perhatian setelah sahamnya melonjak hampir 10 persen. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan, didorong tingginya permintaan obat penurun berat badan.

Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi AS tercatat sekitar 2 persen pada kuartal pertama 2026. Klaim pengangguran turun ke level terendah sejak 1969, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih kuat. Namun, inflasi tetap berada di atas 3 persen, sebagian dipicu oleh kenaikan harga energi.

Kondisi tersebut membuat Federal Reserve masih menahan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan terbaru, bank sentral mengakui adanya ketidakpastian akibat lonjakan harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik juga tetap menjadi perhatian, terutama konflik antara AS dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Risiko ini meningkat jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak, sehingga dapat menahan ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya