Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

JUMAT, 01 MEI 2026 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas akhirnya kembali bertenaga pada penutupan perdagangan Kamis 30 April 2026 dengan lonjakan signifikan. 

Kenaikan tajam ini dipicu oleh merosotnya nilai tukar Dolar AS setelah langkah Jepang melakukan intervensi pasar, serta mendinginnya harga minyak dunia yang sempat menekan sentimen global. 

Meski demikian, emas sebenarnya masih terperangkap dalam tren kerugian bulanan selama dua bulan berturut-turut akibat bayang-bayang inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah.


Reuters melaporkan, harga emas spot melonjak 1,7 persen menjadi 4.618,67 Dolar AS per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan pada sesi Rabu. 

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup melompat 1,5 persen ke posisi 4.629,60 Dolar AS per ons.

Logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot melambung hampir 3 persen menjadi 73,59 Dolar AS per ons. Platinum naik 5,3 persen menjadi 1.980,13 Dolar AS. Sedangkan paladium melesat 4,9 persen ke level 1.529,45 Dolar AS per ons. 

Kekuatan logam mulia saat ini memang sedang diuji oleh kebijakan suku bunga ketat dari The Fed dan Bank of England. Meskipun data ekonomi menunjukkan kenaikan inflasi yang sesuai ekspektasi, investor cenderung berhati-hati karena suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. 

Namun, langkah strategis beberapa negara seperti India yang justru meningkatkan porsi cadangan emasnya memberikan sinyal bahwa logam kuning ini tetap menjadi instrumen diversifikasi yang vital.

Menatap masa depan, analis dari Citi memprediksi bahwa meskipun tekanan jual masih mungkin terjadi dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas tetap sangat cerah. 
Sebagai aset pelindung di masa ketidakpastian, harga emas diproyeksikan mampu menembus angka 5.000 Dolar AS dalam setahun ke depan. Tren positif ini juga menjalar ke logam lainnya, di mana perak, platinum, dan paladium turut mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan pada sesi penutupan pekan ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya