Berita

Ilustrasi. (Foto: Puspen TNI)

Politik

Prof. Abdul Haris Fatgehipon:

Integrasi Sejati adalah Ketika Masyarakat Papua Rasakan Kehadiran Negara

JUMAT, 01 MEI 2026 | 04:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Guru Besar bidang resolusi konflik dan damai dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Abdul Haris Fatgehipon menegaskan bahwa makna integrasi Papua tidak berhenti pada aspek historis dan politik, tetapi harus dilanjutkan dalam bentuk komitmen nyata menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan pembangunan yang inklusif.
 
Ia mengingatkan bahwa tantangan utama pasca-integrasi adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Papua, dengan tetap menghormati identitas budaya dan kearifan lokal.
 
“Integrasi sejati adalah ketika masyarakat Papua merasakan kehadiran negara dalam bentuk kesejahteraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat mereka,” ujar Abdul Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 30 April 2026.
 

 
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sebagai prasyarat utama pembangunan. Menurut Abdul Haris, tanpa situasi yang kondusif, berbagai program pembangunan tidak akan berjalan optimal.
 
“Diperlukan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat Papua sendiri, untuk menjaga stabilitas agar pembangunan dapat berlangsung dengan baik,” jelas dia.
 
Masih kata Abdul Haris, integrasi Papua harus terus dimaknai sebagai proses yang hidup, yang tidak hanya berakar pada sejarah perjuangan. 
 
"Integrasi Papua harus dimaknai bukan sekedar pada akar sejarah, tetapi juga bertumpu pada masa depan bersama yang lebih adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya