Berita

Presiden Prabowo Subianto saat hadir May Day 2025 di Monas. (Foto: Antara)

Politik

Kehadiran Prabowo di May Day Harus Bawa Perubahan Nasib Buruh

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan May Day 2026 seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional, khususnya bagi kalangan pekerja.

“May Day 2026 ini harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi. Kehadiran presiden jangan hanya dilihat sebagai simbol, tapi harus membawa pesan kuat bahwa negara benar-benar hadir memperbaiki kondisi ekonomi pekerja,” ujar Analis komunikasi politik Hendri Satrio, Kamis, 30 April 2026.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, momentum ini juga ideal untuk mempertemukan berbagai pihak yang selama ini memiliki kepentingan langsung dalam isu ketenagakerjaan.


“Seharusnya perayaan Hari Buruh ini juga dihadiri oleh pengusaha. Jadi ada pertemuan antara pengusaha dan buruh langsung di sana, dan ada Pak Prabowo di sana,” tambahnya.

Ia menilai, pertemuan langsung antara buruh dan pengusaha dalam satu forum yang difasilitasi negara dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Kalau ekonomi buruh membaik, daya beli naik, maka dampaknya juga akan terasa ke ekonomi nasional secara keseluruhan. Jadi ini momen yang sangat strategis, bukan sekadar perayaan tahunan,” ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai, kehadiran Prabowo dalam dua peringatan May Day berturut-turut menunjukkan adanya upaya membangun kedekatan dengan kalangan pekerja sekaligus merupakan gestur politik yang kuat bahwa presiden ingin tetap berada di barisan buruh.

Ia menambahkan, sejumlah tuntutan buruh yang disuarakan pada May Day 2025 pun mulai direspons oleh pemerintah.

Di antaranya pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), pembentukan Satgas PHK, hingga penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa presiden berusaha mendengarkan langsung aspirasi para pekerja. Terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, suara buruh menjadi sangat penting untuk dijadikan bahan kebijakan,” katanya.

Meski demikian, Hensa mengingatkan agar kehadiran Prabowo tidak berhenti pada simbolisme semata.

Ia menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menindaklanjuti berbagai tuntutan buruh yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah, seperti penghapusan outsourcing misalnya.

"Masih ada beberapa tuntutan yang dari tahun lalu belum sepenuhnya dipenuhi, sebaiknya segera dijalankan agar pemerintah juga terlihat konsisten dalam mendengarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai tuntutan yang disampaikan buruh merupakan cerminan dari kondisi nyata masyarakat saat ini.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu melihatnya sebagai aspirasi publik yang harus direspons secara serius.

“Karena pada akhirnya, tuntutan buruh itu bukan sekadar agenda tahunan, tapi refleksi dari kondisi ekonomi rakyat hari ini yang harus dijawab dengan kebijakan nyata," pungkas Hensa.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya