Direktur Utama PT Benua Laut Lepas, Alvin Reynaldi Setiawan saat menggelar sosialisasi terkait pengusahaan area konsesi pelabuhan di perairan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Rabu 29 April 2026. (Foto: Dok. PT BLL)
PT Benua Laut Lepas (BLL) menggelar sosialisasi terkait pengusahaan area konsesi pelabuhan di perairan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Rabu 29 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan strategis tersebut.
Sebagai perusahaan afiliasi Bomba Grup, BLL memegang konsesi di wilayah yang dirancang sebagai pelabuhan di Tanjung Carat.
Sosialisasi yang digelar di Palembang ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Konsesi yang telah disepakati bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.
Direktur Utama PT Benua Laut Lepas, Alvin Reynaldi Setiawan, menekankan pentingnya kesamaan persepsi dalam pengelolaan kawasan konsesi tersebut.
"Dengan hadirnya para pemangku kepentingan semoga dapat menyelaraskan persepsi dan komitmen terhadap pengelolaan area konsesi yang aman, transparan, efisien serta patuh terhadap regulasi kepelabuhanan," kata Alvin.
Ia menegaskan, posisi Tanjung Carat sangat strategis sebagai simpul ekspor komoditas dalam skala besar, khususnya batubara.
"Tanjung Carat adalah titik krusial bagi ekspor skala besar, terutama komoditas batubara. Kami ingin memastikan adanya ‘aturan main’ yang jelas, keselamatan kerja yang terjaga, dan koordinasi antar-instansi yang lebih solid," kata Alvin.
Menurut Alvin, peran BLL tidak hanya sebatas operator, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan logistik di Sumatera Selatan.
Rangkaian sosialisasi ini disebut sebagai langkah awal perusahaan dalam memastikan pengusahaan wilayah pelabuhan berjalan dengan tata kelola yang optimal dan berstandar baik.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Gubernur Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Aries Irwan Wahyu, Ketua DPC INSA Kota Palembang Kurmin Halim, serta jajaran sektor maritim dan logistik seperti Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala KSOP Kelas I Palembang Laksamana Pertama TNI Idham Faca, hingga Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel Andi Asmara.
Hadir pula unsur Forkopimda, Bea Cukai, Imigrasi, Basarnas, serta berbagai asosiasi terkait.
Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi Tanjung Carat menjadi gerbang logistik yang modern, transparan, dan efisien, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Sumatera Selatan.