Berita

Suasana Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 30 April 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Jadi Biang Masalah, Perlintasan Sebidang Wajib Dievaluasi Total

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 14:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 ditengarai akibat permasalahan pada perlintasan sebidang yang belum tertangani serius. 

Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Lasarus mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional.

Lasarus menilai, kecelakaan di Bekasi tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa tersebut dipicu oleh tabrakan antara kereta api dengan mobil taksi listrik di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, yang kemudian berujung pada kecelakaan lebih besar.


Ia menegaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan persoalan lama yang berulang kali menyebabkan kecelakaan di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Komisi V DPR sebelumnya sudah berkali-kali menyoroti bahaya titik-titik tersebut.

“Di Indonesia masih banyak perlintasan sebidang, bahkan yang tidak dijaga dan liar, jumlahnya mencapai ribuan,” kata Lasarus dalam pernyataannya melalui video, saat menjadi narasumber diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 30 April 2026.

Lasarus pun membandingkan kondisi ini dengan negara lain, di mana jalur kereta api umumnya bebas dari hambatan sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisir.

“Cukuplah kecelakaan hari ini dan yang sudah lalu menelan banyak korban jiwa. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tegas Legislator PDIP ini.

Turut hadir secara fisik dalam diskusi tersebut antara lain Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB Sudjatmiko, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Faizal, Ketua Masyarakat Kereta Api Indonesia, Hermanto Dwiatmoko. Kemudian, Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian hadir secara virtual.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya