Berita

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi V Soroti Dugaan Sinyal Bermasalah di Jalur Argo Bromo Anggrek

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 14:52 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Dugaan gangguan sistem persinyalan mencuat usai kecelakaan tragis yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di lintas Bekasi–Cikarang. 

Komisi V DPR menilai insiden ini harus menjadi alarm serius untuk mengevaluasi total sistem keselamatan perkeretaapian nasional.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mengungkap adanya indikasi error pada sistem persinyalan kereta. Menurutnya, KRL yang sebelumnya mengalami gangguan sempat berhenti di jalur yang sama dengan lintasan yang akan dilalui KA Argo Bromo Anggrek.


Dalam sistem perkeretaapian modern, kondisi seperti itu seharusnya otomatis terbaca oleh interlocking system sehingga sinyal berubah merah dan kereta lain tidak diperbolehkan melintas.

Namun, berdasarkan keterangan awal, masinis KA Argo Bromo Anggrek justru mengaku menerima sinyal hijau atau aman untuk melaju.

“Nah ini sebenarnya jalur Cikarang-Bekasi itu harusnya double-double track,” kata Sudjatmiko di Gedung DPR, Kamis, 30 April 2026. 

Ia menilai ada kejanggalan serius yang harus diusut mendalam. Jika sinyal memang menunjukkan hijau saat jalur masih terisi kereta lain, maka ada kemungkinan terjadi error pada sistem persinyalan. Namun bila sistem sebenarnya normal, maka potensi human error atau salah interpretasi sinyal oleh masinis juga harus diperiksa.

“Yang jelas sinyal merahnya itu mati. Dari Stasiun Bekasi hijau seperti itu,” ujarnya.

Sudjatmiko menekankan, stasiun seharusnya menjadi titik paling aman dalam operasional kereta karena seluruh kendali persinyalan dan kontrol perjalanan terpusat di sana. Karena itu, kecelakaan di area tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan, apalagi terjadi di era digital dengan sistem yang semestinya sudah modern.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya