Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Etopa

Inflasi Memanas DAX Jerman Tersungkur 8 Sesi Beruntun ke Level Terendah

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Eropa terjerembap ke level terendah dalam tiga pekan pada penutupan Rabu, 29 April 2026 waktu setempat. 

Indeks STOXX 600 parkir di zona merah dengan penurunan 0,6 persen atau 3,62 poin menjadi 602,96. 

Indeks utama lainnya juga melemah. FTSE 100 Inggris ambles 1,16 persen atau 119,68 poin menjadi 10.213,11. CAC Prancis melemah 0,39 persen atau 31,96 poin ke posisi 8.072,13.


Sementara itu, DAX Jerman mencatat rekor buruk dengan pelemahan delapan sesi berturut-turut, durasi terpanjang sejak tahun 2020. Indeks ini menyusut 0,27 persen atau 63,70 poin menjadi 23.954,56. 

Ketergantungan Eropa terhadap energi membuat kawasan ini sangat rentan terhadap dampak perang Iran, yang kini menyeret posisi ekuitas 5 persen di bawah level sebelum konflik pecah. 

Data ekonomi terbaru memperparah keadaan dengan menunjukkan inflasi Jerman yang memanas serta jatuhnya sentimen ekonomi zona Euro ke titik terendah dalam tiga setengah tahun. Investor kini cenderung menahan diri (wait and see) menjelang keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed.

Di level korporasi, pergerakan harga saham menunjukkan anomali di mana kinerja fundamental yang solid sering kali diabaikan oleh pasar. 

Sektor kesehatan menjadi beban utama setelah raksasa farmasi seperti GSK dan AstraZeneca masing-masing merosot 5,4 persen dan 1,5 persen meski mencatat laba kuat. 

Meski mayoritas memerah, beberapa emiten berhasil mencuri perhatian melalui aksi korporasi dan kejutan laba. 

Saham Thyssenkrupp melejit hampir 10 persen merespons kesepakatan akuisisi unit lift mereka senilai 29,4 miliar Euro. Saham  Adidas melambung 8,4 persen berkat kinerja operasional yang melampaui ekspektasi. 

Di sektor perbankan, UBS tampil perkasa dengan kenaikan 3,2 persen, berbanding terbalik dengan Deutsche Bank yang harus terkoreksi 1,8 persen.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya