Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOLSumsel)

Bisnis

Pengusaha dan Profesional Sambut Baik Substitusi LPG ke CNG

Harga bisa Lebih Murah dan Pangkas Impor
KAMIS, 30 APRIL 2026 | 03:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) demi memangkas ketergantungan impor energi. 

Konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya 1,6-1,7 juta ton. Hal itu meninggalkan defisit impor sekitar 7 juta ton per tahun.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquid & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) Dian Kuncoro menyebut harga CNG berpotensi 10 hingga 30 persen lebih murah dibandingkan LPG. 


“Dengan harga industri Rp8.000-10.000 per m³ dan komersial Rp11.000-15.000 per m³.  Namun tantangan utamanya tetap pada kesenjangan infrastruktur pipa, mother station, dan logistik penyaluran,” ucap Dian dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 29 April 2026.

Sementara itu, Ketua Umum Aspebindo Anggawira menegaskan bahwa tanpa intervensi kebijakan, reformasi perizinan dan insentif nyata, substitusi tidak akan terjadi secara alamiah di pasar.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perpipaan Migas Indonesia (IAPMIGAS) Rosa Permata Sari, menegaskan bahwa program ini sejalan langsung dengan kompetensi inti organisasinya.

"Program substitusi LPG ke CNG adalah program yang erat kaitannya dengan infrastruktur. Dan itulah tepat ranah keahlian IAPMIGAS sebagai wadah bagi Subject Matter Expert (SME) profesional perpipaan dan beyond pipeline, kami siap mengambil peran aktif,” ujar Rosa. 

“Mulai dari penyusunan standar teknis, sertifikasi SDM ahli, hingga rekomendasi kebijakan berbasis expert judgment. Kemandirian energi nasional hanya bisa terwujud jika fondasinya dibangun dengan standar terbaik dan tepat. IAPMIGAS hadir untuk memastikan itu,” tegasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya