Ilustrasi (Tangkapan layar pergerakan saham)
Pergerakan pasar modal pada perdagangan Rabu siang, 29 April 2026, menunjukkan tren positif bagi dua emiten grup Bakrie, yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Hingga sesi pertama siang ini, kedua saham kompak berada di zona hijau dengan dinamika transaksi yang cukup atraktif di lantai bursa.
Saham BNBR terpantau menguat 1,89 persen atau naik 4 poin ke level Rp216 per lembar saham pada pukul 12:48 WIB.
Dibuka pada level Rp214, saham ini sempat bergerak fluktuatif di rentang Rp210 hingga mencapai level tertinggi di Rp222.
Aktivitas transaksi BNBR tergolong ramai dengan volume mencapai 874,3 juta saham dan nilai transaksi menembus Rp190,2 miliar. Dari sisi valuasi, BNBR memiliki rasio harga terhadap laba atau PE Ratio sebesar 76 kali dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp37,4 triliun, yang menempatkannya di peringkat 72 dari seluruh emiten di bursa.
Satu menit berselang, tepatnya pukul 12:49 WIB, saham BUMI menyusul dengan kenaikan 0,88 persen atau menguat 2 poin ke level Rp230 per lembar saham.
Berbeda dengan BNBR yang dibuka lebih tinggi dari penutupan sebelumnya, BUMI dibuka stagnan di level Rp230.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, BUMI bergerak di zona stabil dengan harga terendah Rp228 dan tertinggi Rp234. Namun, secara likuiditas, BUMI mencatatkan performa yang lebih masif dibandingkan BNBR, dengan volume transaksi mencapai 1,28 miliar saham dan nilai transaksi yang lebih besar, yakni Rp297,6 miliar.
Jika membandingkan kedua saham tersebut, BNBR mencatatkan persentase kenaikan yang lebih tinggi yakni 1,89 persen, sementara BUMI hanya menguat 0,88 persen.
Meski demikian, secara kapitalisasi pasar dan posisi di industri, BUMI jauh lebih unggul dengan market cap sebesar Rp85,4 triliun dan menempati peringkat 30 besar perusahaan di bursa. Dari sisi efisiensi laba, BUMI juga terlihat lebih atraktif dengan PE Ratio 63 kali dibandingkan BNBR yang berada di angka 76 kali.
Dinamika frekuensi transaksi menunjukkan BNBR sedikit lebih agresif dengan 28.574 kali transaksi dibandingkan BUMI yang tercatat sebanyak 24.687 kali.
Secara keseluruhan, pergerakan kedua saham ini hingga tengah hari menunjukkan kepercayaan investor yang masih terjaga, di mana BNBR unggul dalam akselerasi harga, sementara BUMI mendominasi dari sisi volume dan nilai transaksi di pasar.