Berita

Anggota DPR RI F-Gerindra, Azis Subekti (Foto: Situs Gerindra)

Politik

Ekonomi Stabil di Data, tapi Tertekan di Masyarakat, DPR Soroti Peran Desa

RABU, 29 APRIL 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi ekonomi Indonesia dinilai menunjukkan kesenjangan antara capaian makro dan realitas yang dirasakan masyarakat. Di atas kertas, berbagai indikator ekonomi tampak stabil, namun di lapangan tekanan ekonomi masih dirasakan, terutama akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai perdebatan mengenai wajah ekonomi nasional kerap menghadirkan dua gambaran berbeda.

“Publik tidak selalu membaca laporan ekonomi, tetapi sangat peka ketika harga beras dan bahan pokok lain perlahan naik,” ujar Azis, Rabu, 29 April 2026.


Ia menjelaskan, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, inflasi sekitar 2,5-3 persen, serta rasio utang terhadap PDB relatif aman di level 38-40 persen.

Penilaian positif juga datang dari lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang menilai ekonomi Indonesia cukup tangguh menghadapi tekanan global.

Namun demikian, Azis menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.

“Secara statistik, daya beli mungkin terjaga, tetapi dalam praktik, banyak keluarga mulai mengurangi kualitas konsumsi, bukan karena pilihan, melainkan karena keterpaksaan,” ujarnya.

Azis kemudian menyoroti pentingnya peran desa sebagai penopang ketahanan ekonomi masyarakat yang kerap luput dari perhatian kebijakan. Menurutnya, aktivitas ekonomi di desa tidak selalu tercatat dalam indikator formal seperti Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Ia menyebut, sektor pertanian hanya menyumbang sekitar 12-13 persen terhadap PDB nasional, namun menyerap hingga 27-30 persen tenaga kerja. Selain itu, sekitar 40 persen penduduk Indonesia masih tinggal di wilayah perdesaan.

“Desa menjadi bantalan sosial ketika sektor lain bergejolak. Ketahanan ini bukan dirancang, melainkan diwariskan dari tradisi bertani dan pengelolaan pangan secara mandiri,” jelasnya.

Meski memiliki potensi besar, Azis menilai peran desa belum dimanfaatkan secara optimal dalam kebijakan pembangunan nasional. Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan yang lebih sistematis, salah satunya dengan membangun model klaster pangan desa mandiri.

Konsep tersebut mencakup penguatan pembiayaan melalui kredit berbunga rendah, penyediaan benih unggul, pendampingan berbasis data, serta perluasan akses pasar melalui koperasi desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Negara tidak cukup hadir sebagai regulator, tetapi harus menjadi enabler,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa reforma agraria tidak seharusnya berhenti pada redistribusi lahan, melainkan dilanjutkan dengan pengelolaan yang produktif dan terhubung dengan pasar.

Di sisi lain, Azis mengakui masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari birokrasi, konflik agraria, hingga keterbatasan akses pembiayaan bagi petani kecil.

Meski begitu, ia menilai penguatan desa merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta menahan laju urbanisasi.

“Jika angka dan realitas terus berjalan sendiri-sendiri, maka yang muncul adalah paradoks: negara yang tampak kuat di atas kertas, tetapi terasa lelah dalam kehidupan warganya,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya