Berita

Menteri Energi Suhail Al Mazroui (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Bloomberg TV)

Dunia

Menteri Energi UEA Suhail Al Mazroui Ungkap Alasan Keluar dari OPEC

RABU, 29 APRIL 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Energi Suhail Al Mazroui menegaskan bahwa keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ merupakan langkah strategis yang telah dipertimbangkan secara matang untuk kepentingan jangka panjang negaranya.

Dalam pernyataannya, Al Mazroui menyebut keputusan tersebut sebagai keputusan nasional yang berdaulat yang didasarkan pada visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari rencana untuk menyesuaikan diri dengan perubahan besar di sektor energi global.

Al Mazroui juga mengingatkan bahwa UEA telah menjadi anggota OPEC selama puluhan tahun. Abu Dhabi pertama kali bergabung dengan organisasi itu pada 1967, bahkan sebelum berdirinya negara UEA pada 1971. Namun, menurutnya, kondisi dunia saat ini telah berubah dan kebutuhan energi global diperkirakan akan terus meningkat. 


“Di masa depan, kita melihat bahwa dunia akan menuntut dan membutuhkan lebih banyak energi,” ujarnya, dikutip dari The News, Rabu 29 April 2026.

Lebih lanjut, Al Mazroui menjelaskan bahwa keputusan ini diambil di tengah situasi pasar energi global yang tidak menentu. Banyak negara, kata dia, kini harus menggunakan cadangan strategis minyak dalam jumlah besar untuk menjaga pasokan. 

“Kami mengambil keputusan ini pada saat konsumen membutuhkan perhatian kami; kami menghadapi masa yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana cadangan strategis produk minyak mentah terkuras hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan,” jelasnya.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah pertemuan penting negara-negara Teluk yang berlangsung di Jeddah, ketika pasar energi dunia masih berada di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan, termasuk di jalur penting seperti Selat Hormuz.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya