Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) telah memberikan sinyal akan menaikkan harga Minyakita usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu, 22 April 2026.
Buntut wacana tersebut, kelangkaan Minyakita telah terjadi di berbagai daerah. Harganya pun melejit di beberapa pasar.
Direktur Eksekutif Ethical Politics Indonesia, Hasyibulloh Mulyawan menilai wacana tersebut bisa berdampak pada suara PAN di Pemilu 2029.
“Dengan langkah Zulkifli Hasan membuat kebijakan menaikan sejumlah kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng dan daging sapi. Ini bisa memberikan efek negatif pada PAN pada Pemilu 2029 mendatang,” kata Hasyibulloh kepada
RMOL di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Ia menyebut kondisi yang semakin sulit saat ini akan menjadi pertimbangan serius bagi rakyat untuk menetapkan pilihannya pada Pemilu.
Menurut Hasyibulloh, rakyat akan menilai kinerja kader-kader PAN baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif. Pada kerusuhan Agustus 2025 lalu, masyarakat masih ingat beberapa Anggota DPR Fraksi PAN yang dianggap tidak mencerminkan penderitaan rakyat.
Begitu pula yang berada di Kabinet Merah Putih. Selain Zulhas, beberapa kader PAN seperti Mendag Budi Santoso dan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono kerap menuai sorotan publik kebijakannya.
Bahkan Hanif Faisol yang menjabat sebagai Waketum PAN juga baru saja di-reshuffle dari jabatan Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Apalagi beberapa kadernya pada waktu lalu sempat menjadi sorotan negatif masyarakat ini akan membuat PAN merosotnya elektoral PAN pada pemilu 2029 mendatang,” jelasnya.
Hasyibulloh menyebut Zulhas sebagai sosok yang paling berpengaruh terhadap potensi tergerusnya elektoral buah dari kebijakannya.
Ia menegaskan bahwa minyak goreng tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga komponen penting dalam industri besar maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan demikian, kenaikan harga Minyakita diperkirakan akan memicu kenaikan harga produk turunan, khususnya di sektor makanan. Hal ini berpotensi memperluas tekanan terhadap daya beli masyarakat.
“Sehingga adanya kenaikan itu juga produk-produk makanan turunanya akan naik dan berdampak pada daya beli masyarakat,” pungkasnya.