Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

BGN Percepat Validasi dan Akses Data Penerima MBG

RABU, 29 APRIL 2026 | 01:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat percepatan validasi dan akses data. 

Salah satu caranya dengan melakukan kolaborasi dengan empat kementerian/lembaga, integrasi lintas data, dan pembukaan akses cek data secara nasional.

Empat K/L yang digandeng BGN adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Keempatnya dinilai memiliki data lapangan yang lebih valid dan mutakhir.


Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya mengatakan, koordinasi ini untuk memastikan MBG tepat sasaran, terutama bagi anak-anak kekurangan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita memiliki data yang jauh lebih fixed dari data yang selama ini kita gunakan,” kata Sony, dikutip Selasa, 28 April 2026.

Dari Kemenkes, BGN memperoleh pemetaan 81 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai wilayah rawan pangan. Sementara data penduduk miskin mencakup 273 kabupaten/kota, dan 304 kabupaten/kota tercatat memiliki prevalensi stunting tinggi.

“Data-data ini kami gunakan agar distribusi MBG betul-betul terarah kepada kelompok-kelompok ini yang total seluruhnya ada 405. Kami akan petakan betul dan informasikan kepada seluruh pelaksana di lapangan,” ujar Sony.

Di 405 wilayah prioritas itu, penyaluran MBG akan diutamakan untuk kelompok rawan pangan, penduduk miskin, dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi, termasuk wilayah yang gizinya masih kurang.

Untuk menjaga akurasi, BGN bersama tiga instansi terkait memperkuat kapasitas wali data di seluruh wilayah. Tujuannya: penyajian data lebih akurat sehingga penyaluran MBG tidak meleset. 

Sistem validasi kini mengintegrasikan data Dukcapil, Dapodik, DTKS, dan data kesehatan lapangan agar verifikasi NIK, status siswa, dan kelayakan keluarga penerima berjalan real time.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya