Berita

Gedung GoTo. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Perdana, GoTo Cetak Laba Bersih Rp171 Miliar

Di Kuartal I-2026
SELASA, 28 APRIL 2026 | 19:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Ini menjadi kali pertama perseroan mencetak keuntungan sejak berdiri.

Kinerja tersebut berbalik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di mana GOTO masih mencatat rugi bersih Rp367 miliar pada kuartal I-2025. Dengan demikian, terjadi lonjakan kinerja sebesar Rp538 miliar secara tahunan (yoy).

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo menilai, capaian ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.


“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami," kata Hans dalam keterangan, Selasa 28 April 2026.

Secara operasional, kinerja GoTo menunjukkan penguatan. Jumlah annual transacting users (ATU) tumbuh 22 persen secara tahunan (yoy) menjadi 69 juta.

Sementara itu, nilai transaksi bruto (GTV) inti melonjak 65 persen yoy menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV mencapai Rp236 triliun atau naik 63 persen yoy.

Pendapatan bersih ikut meningkat 26 persen menjadi Rp5,3 triliun. Kinerja ini mendorong EBITDA disesuaikan sebesar Rp907 miliar, naik 131 persen. 

Ke depan, perseroan tetap mempertahankan panduan EBITDA disesuaikan tahun ini di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. 

Selain itu, perseroan juga membukukan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, mencerminkan perbaikan fundamental bisnis serta disiplin dalam pengelolaan biaya. Kontribusi dari lini e-commerce melalui PT Tokopedia tercatat sebesar Rp288 miliar.

Hans menegaskan komitmen perusahaan terhadap mitra pengemudi sebagai bagian penting dari ekosistem GoTo.

“GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia," kata Hans.

Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menyebut perbaikan kinerja ini ditopang oleh operating leverage yang semakin kuat di dalam struktur bisnis.

“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) kami yang mulai membuahkan hasil,” kata Simon.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya