Berita

Rangkaian KRL setelah Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Nusantara

MUI Ajak Umat Doakan Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur

SELASA, 28 APRIL 2026 | 11:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Duka cita mendalam atas musibah tabrakan kereta di Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, menyebabkan korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras menyebabkan gerbong belakang KRL mengalami kerusakan parah.

Atas peristiwa tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyampaikan
belasungkawa serta mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

belasungkawa serta mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama keluarga besar MUI, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.

Buya Amirsyah turut memanjatkan doa agar para korban mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dia menegaskan, setiap manusia dalam kehidupan akan menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 155.

Ia menuturkan bahwa manusia akan diuji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, serta kabar gembira diberikan kepada orang-orang yang sabar.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa sebagian musibah juga dapat terjadi akibat kelalaian atau perbuatan manusia. 

Ia menjelaskan bahwa musibah yang menimpa manusia dapat disebabkan oleh perbuatan tangan mereka sendiri, namun Allah SWT juga banyak memberikan ampunan.

“Oleh karena itu, secara teologis musibah merupakan ketentuan Allah yang wajib dihadapi dengan kesabaran. Namun secara ikhtiar, manusia juga wajib menjaga diri, meningkatkan kewaspadaan, dan berusaha maksimal agar terhindar dari musibah yang disebabkan kelalaian manusia,” jelasnya.

MUI berharap pihak terkait segera melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi publik bagi masyarakat.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya