Berita

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi PKB Syaiful Huda (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

Tindak Lanjuti Tragedi Bekasi, DPR Siap Panggil Kemenhub dan KAI

SELASA, 28 APRIL 2026 | 10:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR RI berencana memanggil Kementerian Perhubungan, PT KAI, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Pemanggilan tersebut tetap dijadwalkan meskipun DPR RI saat ini tengah memasuki masa reses. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda, mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi internal untuk menentukan waktu pelaksanaan rapat, apakah dilakukan saat masa reses atau setelahnya.


“Kami sedang berkoordinasi untuk memastikan apakah pemanggilan dilakukan dalam masa reses ini atau setelahnya, mengingat masa reses cukup singkat,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.

Huda menegaskan, insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi total, terutama terkait perlintasan sebidang yang diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang jalur kereta dari Jakarta hingga Surabaya terdapat ratusan perlintasan sebidang yang belum tertangani secara optimal. Kondisi ini dinilai sebagai pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

Menurutnya, masih banyak perlintasan sebidang yang belum memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi infrastruktur maupun pengawasan. Tidak semua perlintasan dijaga petugas, dan kondisi permukaan jalan yang tidak rata dengan rel juga kerap menyulitkan kendaraan melintas.

“Banyak kasus kecelakaan kereta api dipicu oleh perlintasan sebidang. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Huda mendorong penempatan petugas di setiap perlintasan. Jika belum memungkinkan, ia mengusulkan pelibatan relawan dari pemerintah daerah untuk membantu pengamanan.

Menurutnya, kehadiran petugas atau relawan sangat penting, terutama untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti kendaraan mogok di atas rel agar dapat segera ditangani.

“Yang penting ada pihak yang bertanggung jawab memastikan tidak ada hambatan di perlintasan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa jumlah korban dalam insiden tersebut terus diperbarui.

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang. Seluruh korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Selain itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya