Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif Tunggu Kepastian Negosiasi AS–Iran

SELASA, 28 APRIL 2026 | 08:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Selasa, 28 April 2026, di tengah sikap hati-hati investor yang memilih menunggu kejelasan arah kebijakan dan perkembangan situasi internasional sebelum mengambil langkah investasi yang lebih agresif.

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 0,49 persen setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada hari Senin. Sementara indeks Topix justru mencatat kenaikan tipis sekitar 0,23 persen, menunjukkan adanya rotasi saham di pasar Jepang.

Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatat kenaikan sekitar 1,30 persen, menandakan minat beli yang cukup kuat di pasar saham negara tersebut. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru melemah sekitar 0,92 persen, mencerminkan tekanan pada saham-saham berisiko lebih tinggi.


Pasar Australia juga mengalami tekanan. Indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 0,58 persen, sejalan dengan pelemahan di sejumlah sektor utama. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong cenderung melemah, dengan kontrak berjangka menunjukkan posisi sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan pasar yang beragam dipengaruhi oleh faktor geopolitik global. Investor menilai perkembangan terbaru dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan membahas proposal Iran terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Iran disebut menawarkan pembukaan jalur tersebut dengan syarat pencabutan blokade dan penghentian konflik. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Amerika Serikat akan menyetujui proposal tersebut, sehingga ketidakpastian ini masih menjadi faktor utama yang menahan pergerakan pasar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya